a

Fanpage



Instagram



Kamis, 24 Desember 2015

UUB Rasa Temahar

SM3T Unnes
Oleh : Siti Chusniah
7 Desember 2015



Tentang hari ini.
Hari Senin.
Ada dua hal yang ingin kubagikan hari ini.
Tentang Landak Menulis.
Tentang UUB.
Ijinkan aku mengabarkan kepada kalian apa itu Landak Menulis.
Landak Menulis adalah salah satu program kami 50 pengajar SM3T penempatan kabupaten Landak. Program ini baru kita sepakati seminggu yang lalu dalam rapat evaluasi kami usai serangkaian kegiatan HUT PGRI ke 70 di pusat pemerintahan Landak, yaitu di Ngabang.

Bertempat di basecamp kami yang berada di belakang terminal Ngabang dan sekitar 9 meter dari bibir sungai Landak, koordinator kabupaten (korkab) kami, Roni, mengusulkan program tersebut. "Begini teman2, menindaklanjuti pesan pak Sokheh tentang himbauan untuk tidak hanya mengunggah foto2 saat main2 tapi membagikan foto seputar kegiatan pengabdian kita baik di sekolah maupun partisipasi kita dalam kegiatan bermasyarakat, saya punya usul untuk membuat program Landak Menulis. Jadi kita unggah foto dengan cerpen singkat yang menginspirasi. Bagaimana? Terserah lah baiknya nanti judul programnya apa, kita sepakati bersama", terangnya kala itu.

Semua kawan sepakat. Setiap hari dibagi dua orang untuk berkisah. Beberapa ketentuan pun disepakati seperti format tulisan dan yang lainnya.
Nah, untuk mengawali dan membuka program Landak Menulis ini, aku akan berkisah tentang hari ini. Tentang Senin. Tentang UUB (Ulangan Umum Bersama).
Mereka menyebutnya dengan ulangan. Jika saja mereka mendengar kubilang ujian bukan ulangan, protes lah mereka. "Ibu tuh, bilangnya ujian jaa, kan ulangan bukan ujian", protes Cia kala itu. Yak, mereka memang memiliki pemahaman yang berbeda dengan dua kata itu. Ulangan dan Ujian. Dua kata yang menurutku sama. Ulangan adalah ulangan semester. Ujian adalah ujian nasional. Itu yang mereka tahu dan yakini. Aku akhirnya manut saja. " Iya, maksut ibu ulangan bukan ujian", balasku pasrah. Haha.

Jangan bayangkan atmosfer ujian disini seperti pada umumnya. Ada nomor peserta. Ada bel mulai dan selesai mengerjakan. Murid yang sibuk belajar sebelum masuk ruangan. Atmosfer ulangan semester yang kualami dulu ketika duduk dibangku sekolah dan saat aku praktik mengajar di sebuah sekolah menengah di kota semarang, tak kualami disini.
Aku jadi pengawas kelas lima hari ini. Bahasa Indonesia jadwal di jam pertama. Berdoa dulu sebelum ulangan di mulai. Kubagi lembar jawab dan lembar soal. Mulailah mereka mengerjakan. Agak ribut. Mereka membaca soal dengan suara yang sampai kudengar di telingaku. Ada yang sambil menyanyi kudengar pula. Kuperingatkan untuk diam dan tenang.

Tapi, aku salut, tak ada saling menyontek. Penyakit anak sekolah yang tak aneh lagi. 45 soal mereka kerjakan dalam waktu kurang lebih satu jam, selesai. Pilihan ganda. Tak ada soal uraian. Kulihat tak ada beban di wajah mereka. Semua terlihat santai menghadapi ulangan semester. But, they do the task.

Ketika das sein tak selaras dengan das solen. Realitas tak sejalan dengan idealitas. A lot words are hards to speak out. This is the world i face now. UUB rasa Temahar. Setidaknya aku ikut urun memenuhi tenaga guru yang kurang dengan keberadaanku setahun disini dan membuat senyum tersimpul dari mereka setiap kali aku masuk kelas mereka.
"Bu, ngajar kelas berapa?"
"Bu ngajar kami ya bu?"
"Ah ibu ndak ngajar kami."
"Ibu ndak pernah lagi ngajar kami."
Dua kalimat pertama sering aku dengar dari mereka saat aku berjalan menuju kelas yang belum ada gurunya. Dua kalimat terakhir sering kudengar dari anak-anak yang jarang kumasuki kelasnya karena memang sudah ada guru lain yang masuk ke kelas mereka.

Tentang Kami

SM-3T V UNNES
Kab. Landak, Kalimantan Barat

SM-3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. SM3T adalah program pemerataan pendidikan pemerintah. Kami putra-putri Universitas Negeri Semarang mengabdikan diri untuk SM-3T Kelima di Kab. Landak, Kalimantan Barat.

0 komentar: