Fanpage
Rabu, 23 Desember 2015
Mampus Kau Dikoyak Keyakinan
Masih jelas saat itu, ketika aku duduk berdua denganmu Alfa, di rooftop sebuah cafe depan gerbang kampus. Ceritaku kepadamu tentang rencana melarikan diri tanpa kamu sadari, ceritaku tentang keyakinan entah apa yang sebenarnya ada dipikiranku saat itu. Konyol memang. Ah sudahlah.
“Aku pengen nantinya disana ketemu orang – orang keren. Orang – orang yang suka baca buku, suka maen musik, suka nonton film, suka ngopi, suka sok ngomong inggris, suka olahraga, suka maen game, suka jalan – jalan, trus ngajarin banyak hal deh. Tau gak Alfa, aku tuh punya keyakinan, kalo nantinya disana selain aku ngajar, sepertinya akan banyak hal menarik yang bisa aku dapat.”
“Kalau ternyata semuanya enggak seperti yang kamu pengen gimana? Mampus kau dikoyak keyakinan!” hahahahaha, kita tertawa lalu hening. Rabu, 26 Agustus 2015. Mudrikah Arha Farika, SMP N 4 Menyuke. Degg!
Ya, ya masih jelas juga ingatan saat itu Alfa. Saat hampir semua teman seangkatan SM3T angkatan V kab. Landak, termasuk aku panik dan menerka apa yang akan terjadi ( halah lebe). Mungkin sebenar benarnya hanya aku yang panik, pengen nangis terus kepikiran balik Jawa dan sebodo amat dengan ini itu ini itu. “aku takut.” dua kata itu yang tiap menit aku tulis di buku catatan harianku. Sekarang aku geli kalau harus membaca ulang bukuku sendiri, dan kamu, jangan berani untuk meminjam apalagi membacanya!
Alfa, SMP N 4 Menyuke terletak di Desa Berinang Mayun Kec. Menyuke Kalbar. Kalau dari Ngabang sekitar 2,5 jam perjalanan. Rute perjalanan, Ngabang menuju Sidas setengah jam. Sidas menuju Darit 1 jam. Darit menuju Berinang Mayun 1 jam. Dari Ngabang sampai ke Darit jalan aspal, Darit sampai ke Berinang jalan tanah berbatu. Dari Ngabang ke Berinang Mayun ramai, ramai pohon dan tumbuhan, berasa hutan. Manusianya? Motor? Mobil? Ada sih 1,2 gitu =_=.
Musim hujan begini, lantai sekolah jadi sering kotor. Halaman sekolah tanah, becek, banyak kotoran binatang, entah babi lah, entah sapi lah, entah ayam lah, ya gitu lah. Di kelas masih pakai blackboard tentunya juga kapur. Kapur aja kadang – kadang susah dapatnya. Karena enggak ada buku pelajaran, pembelajaran masih sering mencatat, itupun kalo ada kapur.
Sudah hampir 4 bulan aku di tempat ini Alfa, aneh, ada sesuatu yang membuat setiap pagiku selalu bersemangat pergi ke sekolah bertemu mereka. “selamat pagi bu guru”. Setiap kali aku bertemu anak berseragam sekolah sepanjang perjalanan mereka selalu menyapa. Entah muridku atau tidak mereka seperti sudah mengenalku sebagai ibu guru (Halah XD). Jalan berlumpur, licin, harus pelan naik motor, apalagi musim hujan begini, pake sepatu boot segalah, yaelah. Tapi murid – muridku Alfa, mereka yang keren itu, jalan kaki sekitar 6 – 7 km 1 jam perjalanan. Beberapa dari mereka sengaja tidak memakai sepatu ataupun seragam dari rumah agar tidak cepat rusak. Kalau aku harus jadi mereka, mungkin sudah melambaikan tangan ke langit, menyerah. Nyatanya murid muridku yang keren itu slalu semangat untuk berangkat sekolah. Alfa, sempat aku bertanya ke murid muridku tentang cita - cita. Salah satu dari mereka datang ke kantor menemuiku dan cerita. Katanya dia cuma pengen melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya. Mungkin untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya di SMA ataupun STM bukanlah hal susah, tapi bagi mereka? tentang ekonomi lah, sekolah yang jauh karena memang disini SMA harus ke kecamatan ataupun ke kota, tentang keluarga lah yang lebih menyarankan mereka untuk bekerja, halah kalau sudah begini kepalaku jadi pusing alfa. Kalau saja ada superhero yang bisa menolong. ALFA!
Aku tinggal di Desa Tamu, desa tanpa signal tanpa aliran arus listrik, 10 menit perjalanan naik motor ke sekolah, 30 menit kalau harus jalan kaki. Aku tinggal di rumah umak dan bapak. Keluarga umak sederhana. Masakan umak dari sayuran apa saja disekitar yang bisa dimakan, daun bandung (daun singkong), daun timun, sawi hutan, bunga durian, perenggi, entah apalagi masakan umak 8 bulan kedepan. Memang awalnya terdengar aneh, tapi tangan umak yang ajaib itu masakan umak bener bener NYAMAN BEH! (Enak woy XD). Sempat aku kepikiran, kalau misal rumput bisa di makan manusia mungkin setelah umak masak jadi enak, XD.
Alfa, aku ini tergolong anak SM3T paling beruntung, murid muridku yang keren, letak sekolah dengan pemandangan keren, masakan umak yang nyaman nyaman( enak enak kak rikak =_=), umak yang tiap subuh masih sempat sekedar mengingatkan untuk solat subuh, suara adzan yang begitu syahdu terdengar begitu menyejukkan karena depan rumah umak ada masjid. Air pegunungan yang setiap hari mengalir sampai kamar mandi rumah begitu jernih dan segar. Berjuta terima kasih kepada Tuhan YME dan Semesta ini. Ya, ya dari semuanya aku memang sering mengeluh, karena aku ini hati manusia (katanya Paulo Coelho). Aku sih masih pengen cerita banyak kapadamu Alfa, tapi capek kalau harus ngetik cerita ini itu itu ini begini.
Aku disini baik baik, seperti katamu dulu aku harus baik baik.
Aku merindukanmu.
Tentang Kami
SM-3T V UNNES
Kab. Landak, Kalimantan Barat
SM-3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. SM3T adalah program pemerataan pendidikan pemerintah. Kami putra-putri Universitas Negeri Semarang mengabdikan diri untuk SM-3T Kelima di Kab. Landak, Kalimantan Barat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar