a

Fanpage



Instagram



Senin, 22 Agustus 2016

Landakers di Negeri Landak

SM3T Unnes
Landakers adalah sebutan kami, para pejuang SM-3T dari LPTK Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang berada di Kabupaten Landak. Kabupaten Landak sendiri merupakan sebuah kabupaten di Kalimantan Barat yang letaknya dekat dengan Pontianak. Meskipun begitu, masih ada banyak daerah pelosok yang memerlukan uluran perhatian guru. Banyak dilema berkaitan dengan pemerataan pendidikan di sini. Tugas kami, para landakers, yakni membantu mencerdaskan anak bangsa.

Kami berlima puluh awalnya tak saling mengenal. Mungkin hanya beberapa orang saja yang sudah dan saling berkenalan. Yap, 50 bukanlah jumlah yang sedikit. Butuh waktu agak lama bagi kami (segelintir orang saja sih, hehe) untuk menghafal nama dan wajah, mengenal karakter, memahami serta mempererat persaudaraan. Namun, pada akhirnya, setelah waktu berjalan, kami semua menjadi semakin dekat. Apalagi dengan adanya beberapa program kerja yang melibatkan kontribusi landakers, intensitas perjumpaan menjadi lebih sering. Kami pun bak sebuah keluarga. Jika satu orang sakit, maka yang lainnya akan sakit. Saat satu orang bahagia, maka semuanya bahagia.


 We are family






#monggo artikel ini diedit

Perjuangan Para Landakers

SM3T Unnes


Oleh: Dian Wijayanti

26 Juni 2016

 

Kami para landakers. Bakti kami untuk negeri. Cinta kami terhadap ibu pertiwi.

Ketika itu, wajah2 ketakutan tak percaya syock sangat terlihat di wajah kami saat pertama menginjakkan kaki di tanah parenean ini. Ketakutan akan lingkungan baru dan belum bersahabat dengan kami yang selalu bergelimang dengan teknologi (anak koteeee...). Sampai hari penerjunan datang akhirnya kami harus berpisah karena tempat tugas kami. 

50 landakers berpisah di tempat kami mengabdi di tanah Landak ini. Banyak di antara kami di tempatkan di daerah tanpa listrik dan sinyal jauh dari keramaian apalagi mall Matahari(duh kudune d sensor kui mau). Masing-masing dari kami pernah merasakan tangis karena belum terbiasanya dengan lingkungan tempat kami mengabdi(kebanyakan yg paling ujung penempatannya yg paling sering nangis he). Kami berjuang mencerdaskan anak bangsa di ujung pelosok negeri dengan keterbatasan yang ada di tempat tugas kami ini. Tapi Kami harus ikhlas berbagi tanpa perduli kekurangan yang menghimpit kami. 


Beberapa bulan kami tak berjumpa dengan kawan yang terpisah penempatan tapi kami masih berkesempatan berkumpul kembali secara utuh 50 orang para landakers. Ketika keluarga kecil ini berkumpul kembali. Wajah-wajah mereka begitu berubah (sumpah kayak super hero kabeh). Garis wajah yg dulu halus sekarang menjadi garis wajah yang kuat. Dengan cerita mereka yang berbeda ada yang sedih ada yang senang. Keluhan tak lagi menjadi hambatan, malah menjadi cambukan mereka semakin semangat untuk berjuang bertahan, pantang pulang sebelum tumbang(motone kancaq sie). Dan kami bangga menjadi salah satu media perantara antara ilmu dan anak didik kami. Sedikit memberi apa yg tidak mereka miliki untuk mencerdaskan anak bangsa...Iya....wajah-wajah ini yang akan tetap berjuang di belahan ujung NKRI..


Rapor dan Liburan

SM3T Unnes


Oleh: Mia Fitri Ariandarini

25 Juni 2016

 

 

Sampul Merah itu bernama Raport sore itu mereka tanya, Empagi ka' sakola kah, Bu? Kami nerima raport?

Aku: Aok, empagi kak sakola.
Mereka: kami naik kelas kah bu?
Aku : entaah, kalian belajar tidak selama ini?

Dan pagi itu, mereka masuk. Kami bagi raport mereka, sekaligus pemberitahuan libur sekolah semester 2. Kata mereka : Ibu, kalo libur, Ibu liburan ka kota kah? Ibu jangan pulang dulu ka Jawa ya...😅

*Aah, mereka.. Krucil2 yang penghibur dan penguat mengapa aku disini, dan masih disini, (setidaknya, 2 bulan lagi) 😆

“ Gurunya Semangat, Muridnya Juga Tidak Mau Kalah Semangat”

SM3T Unnes


Oleh: Ugi Lestari
11 Juni 2016


Berteman dengan mentari yang terik, kami para guru muda beserta murid-murid di SMPN 11 Ngabang melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah dan mempersiapkan ruangan untuk ulangan umum bersama semester genap. UUB dilaksanakan mulai tanggal 13-17 juni 2016. 


Potret anak-anak yang penuh canda dan semangat membersihkan lingkungan sekolah. Mereka tanpa merasa lelah melaksanakan tugas masing-masing sesuai kapling yang telah ditentukan. Inilah salah satu hal yang memberiku kebahagiaan di tanah borneo ini. Setelah anak-anak selesai kerja bakti, kini giliran para guru muda yang bekerja penuh antusias dan semangat menyiapkan segala hal untuk uub. Suara gelak tawa sesama rekan dan alunan lagu anak muda pun menemani aktifitas kami. kami benar-benar senang bisa berkumpul bersama-sama di SMPN 11 Ngabang ini. Terima kasih SM-3T.

RBT Sore Ini

SM3T Unnes


Oleh: Fadllul Muna


"Perpus nga buka... Perpus nga bukaaa...." teriak salah satu anak saat melihatku keluar dari rumah dan berjalan menuju perpustakaan. Nga adalah bahasa Dayak Benyadu yang artinya "sudah". Anak-anak yang tadinya menunggu juru kunci perpus [read: aku dan Nia] segera berhambur keluar dari rumah yang ada di depan rumahku. Sore ini Rumah Baca Temahar [RBT] yang bertempat di perpustakaan SD kubuka.

Banyak yang protes karena sore ini aku telat membuka perpustakaan. 

"Masak ibu lama nelponnya tadi?" tanya anak yang tadi melihatku memegang HP alias sedang telpon-telponan dengan kawan.

Rumah Baca Temahar sudah memiliki pengunjung setia lho. Ada Bintang, Ijes, dan Tetot yang jarang absen ke RBT tiap sore. Mereka adalah tiga sekawan dari kelas V. Rehan dari kelas IV yang rajin membaca buku. Kalau buku itu belum selesai dibaca, maka ia tak akan membaca buku lain. Ada juga Maria yang belajar pembagian susun/porogapit. Begitu juga ada Agung yang kemarin belajar porogapit dan kini ia sudah pandai pembagian angka puluhan. Eva tak ketinggalan selalu mengambil buku rak bahasa Inggris dari rak. Ia belajar bahasa Inggris. Katanya sih biar pandai dan bisa masuk SMPN 1 Ngabang.

Ada juga anak-anak lain yang datang silih berganti mengunjungi perpustakaan. Satu hal yang pasti ada pada diri mereka, semangat dan keingintahuan membaca. Semoga apa yang mereka baca, selalu diingat, dipahami, dan bermanfaat.