Oleh : Asep Awaludin
8 Desember 2015
Sebelum aku menulis ini untuk teman-teman tanah air, hastag landak menulis #LandakMenulis
merupakan salah satu program menulis bagi guru-guru SM3T penempatan
kabupaten Landak Kalimantan Barat untuk berbagi pengalaman dan inspirasi
selama mengajar dan mendidik di daerah terdepan, terluar, dan
tertinggal (3T).
Demikian perkenalan singkat program kami yang akan berganti cerita oleh 50 penulis muda setiap harinya.
----------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------
Sesuai dengan kalender masehi saat ini tanggal 8 Desember 2015. Seratus enam hari berada di Kalimantan sejak awal kami diberangkatkan dari bandara Ahmad Yani Semarang pada tanggal 25 Agustus 2015.
Aku katakan cerita ini (106 hari aku berada di kalimantan) sudah cukup jauh untuk menceritakannya mulai dari awal.
Saat itu, awal ketika pemberangkatan. Pagi-pagi pukul 07.00 WIB kami
berkumpul di bandara Semarang untuk terbang menuju bandara
Soekarno-Hatta di Cengkareng Jakarta. Di bandara Soe-Ta kami hanya
transit sejenak untuk penerbangan selanjutnya menuju bandara Supadio
Pontianak. Sesampai di Pontianak perjalanan dilanjutkan menggunakan bis
menuju kabupaten Landak. Hingga akhirnya kami sampai sekitar pukul
11.00 malam dan bermalam di salah satu penginapan di Ngabang (pusat kota
kab.Landak).
Esok harinya tanggal 26 Agustus. Kami bersama
dosen pendamping di sambut di Kantor Dinas Pendidikan Kab.Landak.
Serangkaian acara dari mulai penyambutan kami angkatan V dan juga
sambung acara perpisahan dengan angkatan IV yang sebelumnya sudah 1
tahun menjalani tugas mendidik sebelum kami. Sampai akhirnya sesi
pembacaan lokasi tempat mengabdi di sekolah-sekolah yang nantinya
sebagai tempat tugas kami.
Sebagian besar dari kami sudah membayangkan sekolah seperti apa nantinya, karena kami disini sebagai guru khusus yang akan menempati sekolah-sekolah dengan kriteria 3T, termasuk Aku. Aku berpikir mungkin akan di tempatkan di SD atau mungkin SMP yang tempatnya sulit untuk dijangkau. Namun Tuhan membuat rencana lain dengan menempatkan aku di sekolah SMK. Tepatnya di SMK Negeri 1 Mandor.
Sebagian besar dari kami sudah membayangkan sekolah seperti apa nantinya, karena kami disini sebagai guru khusus yang akan menempati sekolah-sekolah dengan kriteria 3T, termasuk Aku. Aku berpikir mungkin akan di tempatkan di SD atau mungkin SMP yang tempatnya sulit untuk dijangkau. Namun Tuhan membuat rencana lain dengan menempatkan aku di sekolah SMK. Tepatnya di SMK Negeri 1 Mandor.
HARI BERIKUTNYA....
“Seperti apa sekolah ku
ini?”, “Seperti apa siswa-siswa ku?”. Inilah pertanyaan awal cerita ku
di tempat baru. Dan disini aku mulai beradaptasi dengan lingkungan baru
ku.
Hari berikutnya lagi, aku sudah diijinkan masuk kelas, mulai mengajar, mendapat jam mengajar.
Hal yang memotivasiku untuk memberikan yang terbaik setiap kali masuk
pembelajaran adalah karena siswa-siswa ku disini. Ucapan salam mereka
saat mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan “Beri Hormat” mereka
menjawab “TERIMAKASIH BAPAK”. Ucapan terima kasih mereka kepada guru
yang telah mengajar memberi rasa haru. Apa yang terjadi jika kita tidak
memberikan yang terbaik kepada anak didik kita, tidak mengajarkan dengan
baik kepada anak didik kita, tidak mendidik dengan baik kepada anak
didik kita, tapi kita di beri ucapan terima kasih oleh anak didik kita.
Siswa ku, Motivasiku. Itulah Setiap harinya yang aku selalu pikirkan
“Berikan hal terbaik apa lagi esok hari?” hingga hari ini di 106 hari
aku berada di Kalimantan sampai saat ini.
0 komentar:
Posting Komentar