Oleh: Novita
Arum Sari
14 Maret
2016
“Dan sesungguhnya, akan
Kami berikan ujian kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan
harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang
yang sabar (Alquran 2:155)”
Setiap Senin, Rabu, dan Kamis sore aku dan temanku
membantu Ibu Fatimah mengajar TPA di masjid Nurul Yaqin Menjalin. Anak-anak
berlarian kesana kemari riang penuh canda tawa. Aku senang melihat wajah-wajah
polos mereka. Kadang, bertemu mereka bisa mengobati lelah. “Budak kecik” (anak
kecil) sebut saja namanya Senja, senyumnya selalu merekah tulus. Mata yang
selalu berbinar penuh kepolosan. Andai saja waktu tidak membuat kita tua,
menjadi seusia mereka selamanya akan mendamaikan.
Dari bu Fatimah, aku mendapatkan cerita tentang
Senja. Senja adalah seorang yatim. Ayahnya meninggal beberapa tahun lalu karena
kanker, ibunya berjuang mencari nafkah di Kabupaten tetangga, jangan
dibayangkan jika di kalimantan jarak antara kabupaten hanya 1-2 jam saja. Nun
jauh dari ibunya, Senja tinggal di Menjalin bersama neneknya, satu-satunya
tumpuan yang ada disampingnya.
Suatu sore Senja bertanya “Bu guru, hari ini
berbayar kah? Senja tak bawa uang, barang nenek tak punya uang.”
Seketika, sesak rasanya nafas, tercekik rasanya
leher, tertampar rasanya kufurku.
Dengan ekspresi yang sulit kugambarkan aku menjawab
“tak ape tak bayar yang penting rajin-rajin jak ngajinya.”
“ohh…. Iyalah bu” sambil meringis Senja berlalu.
Setiap bulan, memang
ada iuran seikhlasnya bagi orang tua untuk memenuhi beberapa sarana kami untuk
belajar, dan tidak diwajibkan bagi mereka yang kurang mampu. Sehingga,
orang tua tidak merasa diberatkan dalam iuran bulanan tersebut, dan semua
anak-anak bisa belajar mengaji.
Cerita Senja ini,
semoga bisa mengingatkan kita, semua apa yang kita punyai sekarang, syukurilah,
mungkin tidak banyak, tapi mungkin ada orang-orang diluar sana yang bermimpi
memilikinya, belajar menyadari bahwa yang kita punyai sekarang sejatinya bukanlah
milik kita.
“Kebahagiaan yang
kita rasakan merupakan ujian syukur, sedang kesulitan yang kita alami saat ini
adalah ujian sabar.” Salam MBMI.


0 komentar:
Posting Komentar