a

Fanpage



Instagram



Senin, 22 Agustus 2016

Akhirnya Yosua bisa..

SM3T Unnes


Oleh: Hesty Nurtika Riyandani
19 Maret 2016


Yosua salah satu nama siswa kelas V di SD N 13 Morobehe II, sekaligus anak dari guru honor di sekolah tempatku mengajar. Kali ini saya akan bercerita mengenai keberhasilan Yosua melakukan penjumlahan lebih dari 5 angka. Sebenarnya bukan hanya Yosua yang kesusahan melakukan penjumlahan lebih dari 5 angka, tapi ada beberapa anak yang mengalami hal yang sama seperti Yosua mereka kesusahan karena jumlah jari mereka hanya 10. Kenapa memilih Yosua, karena siswa ini daya ingatnya sangat terbatas sekali, baru saja diajarkan 15 menit kemudian pasti lupa lagi caranya. Berbeda dengan Milsa dan Bibin mereka sekali diajarkan caranya langsung ingat. Jangan heran kenapa sudah kelas V tapi masih penjumlahan dalam jumlah yang masih sedikit. Mereka memang lain dari yang lain, maka sering kusebut mereka istimewa sekali.

Tanggal 2 Februari 2016, hari selasa jam pertama adalah pelajaran Matematika. Mereka harusnya sudah sampai pada materi Bangun Ruang seperti kubus, balok, kerucut, dll. Jangan ditanya materi yang diajarkan selama ini hasilnya bagaimana, pasti mereka lupa. Kecuali beberapa siswa yang benar-benar pandai mata pelajaran Matematika seperti Tomi, Kicen, Wendi, Rahul, Natan, dan Andes. Natan dan Andes memang murid paling pandai di kelas V jadi bukan hanya mata peajaran matematika saja, pelajaran yang lain merka juga menguasai dibandingkan murid yang lain. Tapi untuk Tomi, Kicen, Wendi, dan Rahul menguasai pelajaran matematika saja kalau yang lain belum. Selain berhitung dan daya ingat yang terbatas masalah lain dalam kelas V adalah membaca dan menulis. 

Kembali ke Yosua... Pagi itu sengaja materi saya ulang mulai dari awal lagi, mereka saya kasih soal mengenai penjumlahan bilangan bulat hal ini saya lakukan supaya anak-anak dapat mengingat kembali materi-materi diawal mengingat di SD tersebut tidak ada UTS, (hmmm semester awal sudah saya adakan UTS khusus kelas saya). Bebeapa soal sudah saya tuliskan di papan tulis, mereka harus mengerjakan sendiri dan mengumpulkan kedepan kalau sudah selesai, dan akan saya kembalikan untuk diperbaiki yang salah. Pagi itu sengaja saya suuh Yosua untuk mengerjakan disamping saya, bukan karena mengistimewakan tapi memang ini anak istimewa. Ya, saya mulai memancing dia dengan tambah-tambahan sedikit dan lama-lama banyak. Sedikit angka sepeti 3+3, 4+3, 5+4 masih bisa dihitung karena jumlah jarinya masih cukup. Tapi saat angka 5+6, 6+7, 8+9 dia diam lama sekali. Dia lupa lagi caranya berhitung kalau jumlahnya banyak, sampai dia harus membuat pagar (cara dia menjumlahkan). Akhirnya saya bilang, angkanya satu disimpan di mulut, terus dilanjutkan dengan angka berikutnya (mislnya 6+7, 6 disimpan dimulut baru yang 7 pakai jari). Akhirnya Yosua bisa berhitung (tapi dengan catatan harus diingatkan disimpan di mulut) sambil ditapuk itu mulut karena dia kesal sendiri kenapa sering lupa). Belajar terus nak… jangan pernah lelah untuk mencoba dan terus mencoba, jangan pernah malu meskipun belum bisa..

Tentang Kami

SM-3T V UNNES
Kab. Landak, Kalimantan Barat

SM-3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. SM3T adalah program pemerataan pendidikan pemerintah. Kami putra-putri Universitas Negeri Semarang mengabdikan diri untuk SM-3T Kelima di Kab. Landak, Kalimantan Barat.

0 komentar: