Oleh: Hesty Nurtika Riyandani
19 Maret
2016
Yosua salah satu nama siswa kelas V di SD N 13
Morobehe II, sekaligus anak dari guru honor di sekolah tempatku mengajar. Kali
ini saya akan bercerita mengenai keberhasilan Yosua melakukan penjumlahan lebih
dari 5 angka. Sebenarnya bukan hanya Yosua yang kesusahan melakukan penjumlahan
lebih dari 5 angka, tapi ada beberapa anak yang mengalami hal yang sama seperti
Yosua mereka kesusahan karena jumlah jari mereka hanya 10. Kenapa memilih
Yosua, karena siswa ini daya ingatnya sangat terbatas sekali, baru saja
diajarkan 15 menit kemudian pasti lupa lagi caranya. Berbeda dengan Milsa dan
Bibin mereka sekali diajarkan caranya langsung ingat. Jangan heran kenapa sudah
kelas V tapi masih penjumlahan dalam jumlah yang masih sedikit. Mereka memang
lain dari yang lain, maka sering kusebut mereka istimewa sekali.
Tanggal 2 Februari 2016, hari selasa jam pertama
adalah pelajaran Matematika. Mereka harusnya sudah sampai pada materi Bangun
Ruang seperti kubus, balok, kerucut, dll. Jangan ditanya materi yang diajarkan
selama ini hasilnya bagaimana, pasti mereka lupa. Kecuali beberapa siswa yang
benar-benar pandai mata pelajaran Matematika seperti Tomi, Kicen, Wendi, Rahul,
Natan, dan Andes. Natan dan Andes memang murid paling pandai di kelas V jadi
bukan hanya mata peajaran matematika saja, pelajaran yang lain merka juga
menguasai dibandingkan murid yang lain. Tapi untuk Tomi, Kicen, Wendi, dan
Rahul menguasai pelajaran matematika saja kalau yang lain belum. Selain
berhitung dan daya ingat yang terbatas masalah lain dalam kelas V adalah
membaca dan menulis.
Kembali ke Yosua... Pagi itu sengaja materi saya ulang mulai dari awal lagi,
mereka saya kasih soal mengenai penjumlahan bilangan bulat hal ini saya lakukan
supaya anak-anak dapat mengingat kembali materi-materi diawal mengingat di SD
tersebut tidak ada UTS, (hmmm semester awal sudah saya adakan UTS khusus kelas
saya). Bebeapa
soal sudah saya tuliskan di papan tulis, mereka harus mengerjakan sendiri dan
mengumpulkan kedepan kalau sudah selesai, dan akan saya kembalikan untuk
diperbaiki yang salah. Pagi itu sengaja saya suuh Yosua untuk mengerjakan
disamping saya, bukan karena mengistimewakan tapi memang ini anak istimewa. Ya,
saya mulai memancing dia dengan tambah-tambahan sedikit dan lama-lama banyak.
Sedikit angka sepeti 3+3, 4+3, 5+4 masih bisa dihitung karena jumlah jarinya
masih cukup. Tapi saat angka 5+6, 6+7, 8+9 dia diam lama sekali. Dia lupa lagi
caranya berhitung kalau jumlahnya banyak, sampai dia harus membuat pagar (cara
dia menjumlahkan). Akhirnya saya bilang, angkanya satu disimpan di mulut, terus
dilanjutkan dengan angka berikutnya (mislnya 6+7, 6 disimpan dimulut baru yang
7 pakai jari). Akhirnya Yosua bisa berhitung (tapi dengan catatan harus
diingatkan disimpan di mulut) sambil ditapuk itu mulut karena dia kesal sendiri
kenapa sering lupa). Belajar terus nak… jangan pernah lelah untuk mencoba dan
terus mencoba, jangan pernah malu meskipun belum bisa..

0 komentar:
Posting Komentar