a

Fanpage



Instagram



Minggu, 07 Februari 2016

Si Boy Anak Jalanan

SM3T Unnes
Oleh : Santi Yulaftri
8 Februari 2016

       Setelah 5 bulan berada di sekilap, ada banyak hal yang aku perhatikan di sini. Aku ingin marah, ingin sekali menuntut R*TI atas semua yang terjadi dengan murid-muridku di sini. Bagaimana tidak, mereka yang 5 bulan lalu masih lugu, masih imut dan masih menyanyikan lagu binua landak. Sekarang berubah menjadi lagu Al ghazali “bilang tidak yaaaa” ah, akupun tak tahu apa itu judulnya. Yap, pembaca semua pasti tahu sekarang di R*TI ada sinetron anak jalanan yang pemain utamanya itu si BOY. Sinetron yang sekarang membius seluruh anak muridku di sekilap. Mulai dari ungkapan “cocok” yang mereka ucapkan, lagu-lagu soundtracknya yang mereka nyanyikan. Sampai ngebut-ngebutan di jalan yang hampir tiap hari mereka lakukan. Karena murid yang jatuh dari motor itu sudah menjadi hal yang biasa. Di sini kenapa aku ingin sekali marah dengan pihak R*CTI, karena film itu telah menghilangkan nyawa anak murid di desaku, kejadiannya sudah sebulan yang lalu sebenarnya, terjadi tabrakan motor di desa kerohok, penyebabnya adalah ngebut-ngebutan di jalan, dan korbannya adalah muridku. Coba kalian bayangkan bagaimana perasaanku melihat anak muridku meniggal karena tontonan yang tidak mendidik. Ya tuhan, mereka itu masih polos, apa yang mereka tonton itulah yang mereka ikuti, apa yang mereka lihat itulah yang mereka contoh. Tidak sampai di situ saja mereka mencontoh apa yang mereka lihat. Kemarin, anak muridku kelas 9 Nanda namanya, di tantang untuk berkelahi oleh anak murid sekolah swasta di sekilap. Untungnya guru-guru di sini, segera mengetahui apa yang akan dilakukan anak-anak, jadi kami bisa mencegahnya. Tapi entahlah di luar sana tanpa sepengetahuan kami, mereka mungkin saja melakukannya. 
 
       Aku bisa berkata seperti ini bukan karena sinetron tersebut terlibat langsung atas kejadian ini, tapi karena sinetron tersebut telah memberi contoh dan moral yang tidak baik untuk anak muridku. Tolonglah, siapapun pembaca tulisan ini beritahu petinggi-petinggi di sana, kalau masa depan indonesia juga ada di tangan anak-anak dayak. Bukan hanya di jawa bukan hanya di jakarta, tapi anak suku dayak juga penerus bangsa ini. Bagaimana jadinya nanti kalau mereka hanya di beri tontonan tidak bermutu seperti si boy itu. Moral mereka semakin rendah, sikap mereka semakin seperti hewan. Pendidikan mereka sudah kurang, jadi tolong jangan beri mereka tontonan seperti itu lagi, biarlah mereka merasakan seperti saya dulu, sehari full menonton kartun, tapi itu jauh lebih manusiawi dibandingkan si boy yang telah menghilangkan nyawa anak muridku dan membuat lagu binua dayak berubah menjadi lagu pop cinta-cintaan.

Tentang Kami

SM-3T V UNNES
Kab. Landak, Kalimantan Barat

SM-3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. SM3T adalah program pemerataan pendidikan pemerintah. Kami putra-putri Universitas Negeri Semarang mengabdikan diri untuk SM-3T Kelima di Kab. Landak, Kalimantan Barat.

0 komentar: