a

Fanpage



Instagram



Minggu, 07 Februari 2016

Lembaran Itu Bernama Uang

SM3T Unnes
Oleh : Fadlul Muna
4 Februari 2016

Aku bingung hendak bercerita tentang apa untuk #LandakMenulis. Jadi kutuliskan ini saja. grin emoticon
Berhubung sekarang adalah awal bulan, artinya akan ada hari di mana gaji diberikan pada orang yang bekerja, terutama di perusahaan atau institusi. Tanggal enom orang Jawa menyebutnya. Artinya tanggal muda.
Nah di kampungku, tak hanya orang dewasa yang bekerja. Anak kecil pun ikut membantu orang tua mencari lembaran-lembaran kertas yang orang sebut dengan uang.
Hmm.. Aku jadi teringat kisah yang diceritakan ibuku sewaktu beliau kecil. Entah di tahun 70-an atau 80-an terjadinya. Ibuku berjalan kaki dari rumah menuju pasar yang jaraknya jauh, entah berapa kilometer. Beliau kesana untuk kulakan kerupuk. Nenekku memang punya warung kecil di rumah. Meskipun membawa kerupuk dalam jumlah banyak, ibu tetap pulang dari pasar dengan berjalan kaki. Tak hanya itu, untuk menambah uang saku, ibu juga kadang membantu tetangga atau saudara.
Meskipun zaman berubah, tapi tak semua keadaan juga berubah. Di sini, di Temahar masih banyak anak yang keluar masuk hutan untuk mencari uang. Eitsss... Mencari uang di hutan itu bukan berarti menggali tanah dan mencari harta karun di dalamnya. Jika bayangan Anda seperti itu tandanya Anda salah fokus.  grin emoticon
Hutan menyediakan banyak tanaman. Ada beberapa tumbuhan yang bernilai ekonomis, misalnya durian dan tengkawang. Bulan Desember tahun lalu anak-anak rajin ke hutan sepulang sekolah. Kalau hari libur, bisa-bisa seharian ada di sana. Mereka mencari buah berkulit duri, durian. Kalau mujur dan ada angin, ya dapatlah banyak durian. Kalau tak mujur ya bisa jadi tak mendapat apa-apa. Durian yang mereka peroleh dijual ke pengepul dengan harga Rp 5.000,00 - Rp 10.000,00 per buahnya. Lumayan kan?
Bulan Januari ini musimnya tengkawang. Tengkawang adalah pohon yang bijinya diolah menjadi minyak goreng. Harga tengkawang cenderung lebih murah. Rp 1.500,00 per kilogramnya. Walaupun murah, anak-anak tetap rajin mencarinya. Paling tidak uang hasil penjualannya bisa dipakai untuk membeli dasi atau topi sekolah.
Di sekolah ada juga beberapa siswa yang membawa keranjang. Keranjang itu berisi banyak kue. Mereka menjual kue-kue itu ke kawannya. Mereka tak malu menjajakan kue di sekolah. Saat lonceng istirahat berbunyi, penjaja kecil ini berdiri di pintu depan kelas untuk menunggu siswa lain yang mau membeli.
That's the story. Butuh kerja keras untuk mendapat lembaran kertas bernama uang. Apa yang sudah kita usahakan, itulah yang dituai nantinya. Kalau kita rajin bekerja tentu banyak penghasilan yang didapat. Kalau di fisika hal itu seperti gaya aksi = - gaya reaksi. Artinya cari tahu sendiri. grin emoticon

Tentang Kami

SM-3T V UNNES
Kab. Landak, Kalimantan Barat

SM-3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. SM3T adalah program pemerataan pendidikan pemerintah. Kami putra-putri Universitas Negeri Semarang mengabdikan diri untuk SM-3T Kelima di Kab. Landak, Kalimantan Barat.

0 komentar: