Oleh : Zazuk A Zaroh
24 Januari 2016
Dia salah satu siswa di SDN 06 Bentiang,siswa pindahan dengan riwayat sudah 2 kali tidak naik kelas, terhitung tahun ketiga dia berada di kelas satu. Saat itu pelajaran matematika,dengan semangatnya dia menulis dan dengan cepatnya dia berkata "sudah bu".Senang rasa kalau melihat siswa semangat menulis akan tetapi ketika saya melihat hasil tulisannya yang terlihat hanya coretan-coretan tinta yang tidak terbentuk seperti ukiran. saat ditanya "ini angka berapa? dengan polosnya dia menjawab "dua bu",dan memang benar tetapi ketika diminta menulis lagi yang tertulis ya ukiran itu lagi. Perlu kesabaran lebih untuk mengajarkan dia menulis, karena harus menulis satu-satu garis untuk terbentuk satu angka yang bisa terbaca.Setelah bisa dan terbaca saya minta untuk menulis kembali sendiri, tetapi yang terlihat ukiran lagi. Anak-anak sperti ini perlu penanganan khusus yang bisa di dapat di sekolah khusus juga. Hal ini salah satu potret pendidikan Indonesia, karena keterbatasan biaya, akses dan pengetahuan orang tua,anak-anak belum bisa mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan kondisinya.Beruntunglah kalian yang bisa hidup layak, dan bersyukurlah atas nikmat Tuhan

0 komentar:
Posting Komentar