a

Fanpage



Instagram



Sabtu, 23 Januari 2016

CINTA UNTUK BANGSA Part II

SM3T Unnes
Oleh : Hornit Winasista Utami
24 Januari 2016

       Kejadian itu membuatku berpikir keras bagaimana seharusnya aku mengajar, pantaskah aku berteriak? Pantaskah aku marah? Ku putuskan semua itu boleh ku tempuh jika memang tak ada cara lain, ku persilahkan diriku melakukan itu semua dengan alasan demi kebaikan mereka bukan hanya sekedar tak sabar dan ingin meluapkan emosi semata. Dikeadaan yang tenang hati ini seolah menasihati pikiran dan tubuh ini untuk lebih baik dan menjadikan kekurangan – kekurangan tadi menjadi tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan dengan rapi. Sebisa mungkin ku tak akan menggunakan tangan ini untuk menegornya, mulut ini untuk mengancamnya, ku ingin hati ini yang membuka hati mereka untuk benar – benar sadar akan pentingnya pendidikan. Pendidikan akademik maupun moral.
 
       Ku yakini bukan seberapa pandai kita dilahirkan di dunia ini, tapi seberapa besar niat kita menjadi terdepan. Membuat keterbataan menjadi sebuah pemacu kekeadaan yang lebih baik dengan tekat dan ketulusan hati. Bukan seberapa besar mulut bicara di hadapan mereka, sekencang apa teriakan kepada mereka. Tapi seberapa pandai hati ini mengolah raga, agar mereka tersentuh untuk menuju kearah yang lebih baik. Ku senang mereka sambut kami dengan senyuman, sapaan yang terkadang membuat bibirku tersenyum kecil. “Selamat pagi bu” padahal jam menunjukan pukul 12.00 WIB. Sesaat mereka tersadar bahwa salah mengucapkan salam, mereka pun ikut tersenyum. Aku tau mereka malu, tapi tetap ingin menyapa. Ku rasakan itu sebagai bentuk perhatian, rasa hormat dan sopan mereka kepada kami dan itu awal hati mereka mulai tersentuh.
 
       Sapaan langit Simpang Tiga, Landak, Kalimantan Barat, belum genap dua bulan menyapaku ku disini. Kurasakan rasa cintaku akan tanah Borneo telah menjalar. Awalnya terlihat jauh dari kenyamanan, kutinggalkan segala fasilitas yang sebenarnya di tempat tinggalku dapat dengan mudah ku dapatkan. Jauh dari mereka orang – orang yang ku sayang dan menyayangiku. Sekarang aku merasakan kenyamanan dari segala keterbatasan yang mampu aku lampaui dan itu bersama mereka warga sekolah ini. Kenyamanan yang berbeda, kenyamanan yang membuat diri ini lebih berguna bukan kenyamannan dengan segala fasilitas yang tesedia. Kenyamaan hati, bersama mereka yang ingin menjadi orang yang lebih baik walau terlihat kurang perhatian dari lingkungan hidup ini. Kudapatkan juga orang – orang yang menyayangiku dengan tulus seperti layaknya mereka yang menyayangiku sejak lama. Ini untuk Bangsa yang lebih baik.
 
       Ku benar – benar beryukur atas kesempatan yang telah Tuhan berikan. Memang tak akan lama ku disini, tapi ku akan berusaha menjadikan diri ini lebih baik, dan semoga mereka juga mendapatkan manfaat dari adanya aku disini. Harus dan seharusnya jika tidak, itu berarti aku gagal mewujudkan rasa cintaku untuk bangsa ini. Kami, guru yang ada disini akan bersama – sama mewujudkannya. Mewujudkan tujuan pendidikan bangsa ini dengan penuh rasa cinta, mengabdikan diri untuk pendidikan bangsa ini.
 
      Waktu yang baru sebentar ini sudah cukup membuka mataku untuk melihat segala keterbatasan dan kekurangan yang ada, bukan lah penghalang untuk menjadikan kita menjadi lebih baik. Banyak alasan untuk kita munsyukuri hidup ini. Waktu yang benar – benar baru sebentar ini telah memperlihatkan bagaimana gambaran pendidikan di Indonesia. Pendidikan yang belum merata. Kurasa masih sangat memprihatinkan, dan benar membutuhkan perhatian. Tak hanya pemerintah, tapi juga kita warga Indonesia kita semua! Hal ini mengingtkan kita bahwa Indonesia bukan hanya mereka yang ada di kota, mereka yang dapat dengan mudah berpindah dari satu tempat ketempat yang lain, mereka yang dapat dengan mudah berkomunikasi jarak jauh dengan kerabat. Tapi juga mereka yang ada di pelosok Negeri, mereka yang sangat bersyukur ketika tiba – tiba ada sinyal di hand phone mereka, walau sebentar kemudian hilang entah kemana, dan bahkan mereka yang untuk makan benar – benar masih bergantung seutuhnya dengan Alam. Ya mereka, mereka adalah KITA, warga Indonesia.
 
       Ku jadi teringat pertama kali ku datang ke sekolah ini, ada beberapa siswa yang menyapaku dan mengikutiku hingga masuk ke ruang guru, dia sangat antusias ketika ada guru baru. Saat ku diperkenalkan di depan kurang lebih 300 siswa ku lihat antusiasme mereka. Tepuk tangan mereka kulihat sebagai tanda mereka membutuhkan perhatian yang lebih dan itu membutku semakin memantapkan tekad ini, untuk menjadi manfaat dengan segala keterbatasan yang ada. Nanti ketika ku pergi dari sini, ku ingin mereka bertepuk tangan untuk diri mereka sendiri, karena telah berhasil memupuk rasa cinta di hati. Menjadikan dirinya lebih baik dari sebelumnya dan kelak menjadi tombak bangsa ini.
 
       Harapan untuk menjadikan anak bangsa mendapat pendidikan yang layak tak sekedar harapan, ada langkah untuk mewujudkannya. Harapa ini, harapa seluruh anak bangsa. Harapan kita semua, dan kita semua yang akan wujudkan harapan itu. Mari bergabung memupuk subur rasa cinta kita akan pendidikan bangsa ini, tak hanya guru yang akan mencerdaskan bangsa ini. Kita semua dapat melakukan itu, meluangkan waktu sebentar untuk masuk ke kelas memberi motivasi. Walau hanya satu jam, jika menggunakan hati akan berkesan untuk selamanya.

Tentang Kami

SM-3T V UNNES
Kab. Landak, Kalimantan Barat

SM-3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. SM3T adalah program pemerataan pendidikan pemerintah. Kami putra-putri Universitas Negeri Semarang mengabdikan diri untuk SM-3T Kelima di Kab. Landak, Kalimantan Barat.

0 komentar: