Oleh : Rina Istiani
25 Desember 2015
SM-3T, sebelumnya hanya pernah kudengar dari cerita orang lain. Namun,
sekarang aku benar-benar mengalaminya sendiri. SMPN 03 Air Besar
Kabupaten Landak adalah sekolah tempatku mengabdi bersama Indira Safitri
rekan sepenempatanku di SMP dan ada 1 lagi, kami tinggal bersama mba
Dian Wijayanti yang bertugas mengajar di SD tetangga yaitu SDN 05 Nyari.
Teringat ketika prakondisi kakak SM3T angkatan III perwakilan dari
masing masing kabupaten (Ende,
Manggarai, dan Landak) berbagi pengalamannya kepada kami. Entah mengapa
informasi Kabupaten Landak paling banyak kucatat. Dan ternyata memang di
kabupaten inilah aku ditempatkan, dan tidak disangka pula sekolah
penempatanku sekarang adalah sekolah yang dipresentasikan ketika
prakondisi. diceritakan bahwa di penempatan tersebut, hanya ada 3 kelas,
terkadang sistem sekolah 8-9, tidak ada sinyal, tidak ada listrik,
susah air pula. Sesampainya kami di sana ya memang seperti itulah
adanya. Itu bukan menjadi masalah besar karena tanpa sinyal ataupun
listrik kami masih bisa hidup berbahagia karena makin mendekatkan satu
sama lain.
Hari ini, tepat 4 bulan kami di sini. Begitu
banyak pengalaman yang didapatkan. Menjadi guru SM3T mengajarkan
bagimana dapat mengajar dengan fasilitas seadanya dengan siswa yang
sangat luar biasa. Siswa di sini memang berbeda, daya tangkapnya tidak
bisa dibandingkan dengan siswa yang aku temui pada pengalaman mengajar
sebelumnya. Kadang sempat terpikir apa ya penyebabnya? apa karena di
sini daerah 3T, atau mungkin mereka terlalu banyak mengkonsumsi MSG
m*sak*?? tapi entah lah yang terpenting adalah ketika motivasi mereka
untuk belajar dan sekolah masih ada, itu sudah lebih dari cukup. Memang
harus sabar mengajarinya, dan ketika suatu waktu mereka dapat memahami
apa yang diajarkan sungguh senang melihatnya.
Mereka
(siswa-siswi SMPN 03 Air Besar) adalah motivasi terbesar bagi kami untuk
tetap betah di penempatan. Kadang menjengkelkan memang ketika pelajaran
di kelas masih berlangsung dan lonceng pulang ataupun istirahat masih
lama, ada saja yang mereka keluhkan, Bu, kelatih (capek), bu, kelapar
(lapar), bu pulang bu. Inilah tantangan bagaimana kita bisa membuat para
siswa lebih tertarik dan semangat ketika belajar. Tapi tidak semua
siswa seperti itu, ada juga yang antusias mengikuti pelajaran. Ketika
pulang sekolah atau malam hari beberapa dari mereka pun belajar bersama
kami di rumah. sampai waktu mendekati UUB semester I, mereka datang
untuk mengulas kembali pelajaran yang telah mereka terima.
Tidak terasa UUB telah dilaksanakan berarti periode semester I telah
usai. sebelum pembagian raport dilakukan, sekolah diisi dengan kegiatan
class meeting (lomba sepak bola, senam, kebersihan kelas, ranking 1 dan
lain lain). Mereka sangat antusias mengikutinya, hal tersebut dapat
pula menambah semangat kami untuk belajar bersama mereka pada semester
berikutnya......

0 komentar:
Posting Komentar