Oleh : Agus Misbahun
24 Desember 2015
Kalimantan adalah sebuah pulau
besar yang berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kalimantan mempunyai nama lain pulau borneo. Pulau borneo atau
selanjutnya disebut Kalimantan dibagi menjadi beberapa provinsi yang
meliputi provinsi kalimantan barat, provinsi kalimantan timur, provinsi
kalimantan tengah, provinsi kalimantan utara, serta provinsi kalimantan
selatan. Masing-masing provinsi di pulau borneo ini memiliki ciri
khasnya tersendiri serta menyimpan berbagai potensi di dalamnya, baik
itu potensi dari sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.
Berbagai kekhasan yang dimiliki pulau ini menjadi sumber kekayaan dan
selaknya juga perlu untuk mendapatkan perhatian serta pengelolaan yang
baik. Utamanya disini perhatian dan pengelolaan terhadap potensi sumber
daya manusia karena akan menjadi salah satu modal atau aset bangsa yang
sangat berharga
Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi
dan Pendidikan Tinggi telah menyelenggarakan program yang diberi nama
SM-3T. SM-3T adalah suatu program pengabdian selama satu tahun dalam
bidang pendidikan yang diperuntukan bagi para sarjana pendidikan untuk
ikut serta "maju bersama mencerdaskan indonesia", khusususnya
mengabdikan dirinya untuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal)
yang masih sangat perlu mendapat perhatian. Program SM-3T ini menjadi
sarana bagi para sarjana pendidikan yang telah terpilih melalui seleksi
untuk dapat berbagi ilmu dan belajar di daerah penempatan yang tersebar
di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam kesempatan ini, penulis akan
berbagi kisah tentang pengalaman mengikuti program SM-3T di daerah
penempatan (daerah 3T). Penulis ditempatkan di Kabupaten Landak,
Provinsi Kalimantan Barat. Di tempat inilah penulis untuk pertama kali
merantau ke tanah borneo untuk berbagi ilmu dan menimba pengalaman
belajar di daerah penempatan. Tempat penulis bertugas di SD N 09
Sempatung. Keberadaan SD N 09 Sempatung ada di wilayah Dusun Kuang, Desa
Sempatung, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan
Barat.
Kondisi belajar mengajar di sekolah ini tentu masih jauh
dari kata layak. Selain keterbatasan pada fasilitas, sarana dan
prasarana belajar, juga adanya keterbatasan pada jumlah tenaga pengajar
menjadikan sekolah ini masih tertinggal dari sekolah-sekolah pada
umumnya. Meskipun dari segala hal sekolah ini masih banyak tertinggal,
itu tidak menjadi penghalang bagi siswa-siswi di sekolah ini. Keinginan
mereka untuk terus dan terus belajar, menjadikan penyemangat mereka.
Mereka membuktikannya dengan selalu berangkat pagi hari, berjalan kaki
melewati jalan yang tentunya menjadi hal yang biasa bagi mereka
siswa-siswi SD N 09 Sempatung. Jalannya belum diaspal, masih berupa
tanah merah. Apabila musim hujan tiba, seperti di bulan desember ini,
dapat dibayangkan mereka berjalan kaki menuju sekolah tanpa memakai dulu
alas kaki atau sepatu mereka melewati jalan tanah merah yang basah,
becek dan tanahnya lengket di kaki. Tetapi itulah perjuangan yang
dilakukan oleh siswa-siswi SD N 09 Sempatung menuju sekolah demi satu
tujuan mulia untuk belajar dan terus belajar mencari ilmu yang
bermanfaat.
Kondisi serupa juga telah dirasakan guru SM-3T
disini. Saya bersama kawan seperjuangan yang bernama Bayu Aji Nugroho,
S.Pd, merasakan sendiri setiap pergi ke sekolah melewati jalan tanah
merah yang memang penuh perjuangan untuk dilewati hingga kami sampai di
sekolah. Perjalanan menuju sekolah ini, menjadi kesan yang tak
terlupakan. Kalau diibaratkan sama seperti kata pepatah "berakit-rakit
ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersusah-susah dahulu , senang
kemudian". Dokumentasi perjalanan kami ke sekolah dapat dilihat di
lampiran gambar.
Sampai di sekolah kami mempersiapkan diri untuk
mengajar. Dengan membawa buku penunjang pelajaran kami siap masuk ke
kelas dan berbagi ilmu. Di sekolah ini hanya ada kepala sekolah, guru
agama yang merangkap jadi wali kelas dua, dan satu guru honorer BOS,
serta tambahan dua tenaga pengajar dari program SM-3T (Pak Agus dan Pak
Bayu) saling bekerjasama, bahu membahu setiap harinya untuk mengisi
pelajaran dari kelas I sampai dengan kelas VI.
Pelajaran tiap
harinya selalu di awali dengan berdoa menurut agama dan keyakinan
masing-masing. Semua siswa disini beragama Kristen Protestan. Kebiasaan
kalau mereka berdoa salah satu siswa maju di depan kelas dan memimpin
teman-temannya untuk berdoa seraya mengikuti bersama-sama apa yang
diucapkan saat berdoa. Selesai berdoa, kami sebagai guru SM-3T selalu
mengingatkan dan membiasakan agar para siswa berdiri kemudian
bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai lagu wajib
kebangsaan. Tujuannya agar dapat tumbuh jiwa cinta tanah air,
nasionalisme, dan selalu ingat pada perjuangan para pendiri negara (the
founding fathers) dalam upayanya berjuang mencapai kemerdekaan
indonesia. Usai menyanyikan lagu Indonesia, dilanjutkan presensi
kehadiran siswa serta memberikan motivasi kepada siswa-siswi disini
harapannya agar mereka tetap semangat dalam belajar dan semangat
menggapai cita-citanya meskipun ditengah keterbatasan yang ada.
Dalam proses belajar mengajarnya pun memanfaatkan apa saja yang ada di
kelas. Pembelajaran yang bernuansa kelas rangkap menjadi bermanfaat
ketika disini jumlah gurunya terbatas.Media seperti papan tulis, kapur
sering dimanfaatkan. Kadang dalam pembelajaran juga diselingi nyanyian
serta tepuk-tepuk agar para siswa tetap semangat dan suasana belajar
mengajarnya menjadi menyenangkan serta bervariasi. Usai pelajaran
selesai selalu ditutup dengan berdoa dan kemudian diakhir pelajaran para
siswa bersama-sama dengan bimbingan guru menyanyikan lagu-lagu
nasional, seperti lagu satu nusa satu bangsa, indonesia pusaka, tanah
airku, bagimu negeri, dan lain sebagainya. Tujuannya sama yaitu agar
mereka semakin cinta pada Indonesia, negeri yang kaya akan budaya serta
mau menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Tidak
lupa usai semua kegiatan belajar mengajar selesai, para siswa dibiasakan
untuk berjabat tangan dengan guru, kemudian baru mereka pulang ke rumah
masing-masing. Disini para siswa biasa pulang dari sekolah pukul 12.00
WIB, kecuali pada hari jum'at mereka pulang sekolah lebih awal pukul
10.30 WIB. Setelah semua siswa pulang, kemudian para guru termasuk kami
guru SM-3T di sekolah ini mengikuti pulang setelahnya.
Hari-hari
dan perjalanan dari berangkat sampai pulang sekolah yang dialami ini
akan selalu berkesan di hati dan penuh perjuangan di dalamnya karena
bagi kami berbagi ilmu dan belajar itu suatu ibadah, dan setiap langkah
menuju tempat tugas akan membawa berkah. Amiin.
Demikian sedikit kisah yang dapat penulis bagi pada kesempatan yang baik ini. Semoga berikutnya penulis juga bisa berbagi kisah-kisah lain seputar SM-3T disini. Sebagai penutup penulis ingin memberikan salam kepada para pembaca. Salam ini khas dari Binua Landak, Provinsi Kalimantan Barat.
Demikian sedikit kisah yang dapat penulis bagi pada kesempatan yang baik ini. Semoga berikutnya penulis juga bisa berbagi kisah-kisah lain seputar SM-3T disini. Sebagai penutup penulis ingin memberikan salam kepada para pembaca. Salam ini khas dari Binua Landak, Provinsi Kalimantan Barat.
Adil Ka' Talino
Bacuramin Ka' Saruga
Basengat Ka' Jubata.
Bacuramin Ka' Saruga
Basengat Ka' Jubata.


4 komentar:
Itu desa ku
Miss home..
Itu desa ku
Miss home..
Thx mr. Agus & Bayu.
Semoga pertemuan & pengabdian kalian bermanfaat utk nusa & bangsa
Thx mr. Agus & Bayu.
Semoga pertemuan & pengabdian kalian bermanfaat utk nusa & bangsa
Posting Komentar