Oleh : Agista Rizky Dermara
25 Desember 2015
Program SM-3T adalah bagian program Maju Bersama
Mencerdaskan Indonesia (MBMI) yang diselenggarakan oleh Kementerian
Riset , Teknologi dan Pendidikan Tinggi kerjasama dengan Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. SM-3T yang dapat dijelaskan dengan kalimat
Sarjana Mendidik untuk daerahTerdepan, Terluar, dan Tertinggal. Dimana
itu daerah 3T ? daerah yang jauh dari jalan raya aspal, jauh dari kota,
jauh dari swalayan, jauh dari tempat hiburan, cukup menantang bukan
?baiklah akan ku kisahkan perjalananku mengapa tertarik mengikuti dan
menjalani program SM-3T. Sejak mendengar program SM-3T tahun 2011, aku
penasaran dengan dua pertanyaan “program apa itu” dan “bagaimana prospek
kedepannya” dengan secepatnya ku cari info melalui internet mengikuti
perkembangan baik dari berita cetak, online dan grup SM-3T yang terdapat
di facebook. Ku pikir dengan mantap pada tahun itu apakah nanti ketika
lulus mengikuti program SM-3T, talent scout guru SMK, atau menjadi guru
honorer SMK di kota. Sembari beraktivitas kuliah waktu itu kuputuskan
bulat untuk mengikuti program SM-3T, kenapa ? program ini memang
dikhususkan untuk para guru muda lulusan kependidikan sehingga untuk
yang lulusan non kependidikan tidak diperkenankan untuk mengikutinya,
program ini diselenggarakan oleh pemerintah yang semua akomodasi
dibiayai oleh negara, program ini merupakan tantangan untuk guru muda
yang diharapkan dapat menginspirasi para murid/generasi muda di daerah
3T dan bentuk pengabdian diri untuk negeri yang tercinta ini bahwa
pendidikan yang baik harus dirasakan oleh semua warga indonesia dari
sabang sampai merauke yang di kota maupun desa pedalaman. Cukup tiga
alasan itu yang menyertai harap dan doa pada waktu itu agar bisa
mengikuti SM-3T.
Setelah penerimaan ijazah waktu itu,
banyak sekali tawaran lowongan pekerjaan dari perusahaan, guru SMK,
talent scouting guru SMK, dan SM-3T. Sekitar satu dua minggu dari wisuda
tawaran pertama dari perusahaan besar security system pembuat hologram
uang, atm dan sebagainya di kudus yang mengirim pesan bahwa
dipersilahakan untuk membawa surat lamaran kerja dan datang langsung ke
perusahaan menemui HRD, aku pikir ini bohongan karena aku tidak melamar
kerja ke perusahaan, ku telusuri ternyata benar bahwa mereka mencari
calon karyawan ber-IPK di atas rata-rata melalui buku alumni, akhirnya
ku balas pesan itu dengan alasan mengikuti program SM-3T, tawaran
lowongan kerja selanjutnya yakni peluang menjadi salah satu guru di tiga
tempat SMK di susul peluang menjadi guru SM-3T dan guru talent scout
SMK yang waktunya bersamaan. Dengan bacaan bismillah dari banyaknya
peluang itu kuputuskan untuk mengikuti program MBMI SM-3T sesuai apa
yang dahulu diharapkan.
Proses menjadi guru SM-3T
membutuhkan waktu yang panjang sekitar bulan maret 2015 sampai bulan
agustus 2015 dimulai dari registrasi online untuk syarat adminstrasi
yang harus lengkap dan sesuai kriteria, pada tahap ini perasaanku yang
was-was khawatir lolos tidaknya diriku yang mana jumlah pendaftar se-
Indonesia yang begitu banyak. Kemudian tes online yang harus dapat
menjawab soal jurusan, tes potensi akademik, dan psikotes pada tahap
ini aku pikir setidaknya bisa menjawab setengah dari semua soal dapat
berhasil lolos ke tahap selanjutnya yang pasti dengan perasaan khawatir
tidak lolosnya itu. Tes tahapan selanjutnya adalah wawancara diskusi
yang diikuti oleh peserta sebanyak enam orang dihadapkan suatu
pertanyaan dan permasalahan yang diberikan oleh dosen, dengan jawaban
yah..sebisanya dan tertuju pada topik ku sampaikan, dan dosen pada tahap
ini memberikan wejangan dan pesan ketika kelak menjadi guru SM-3T. Dan
Alhamdulillah semua tahapan tes dasar dapat ditempuh, lolos dan hore...
sehingga aku dapat mengikuti tes lanjutan yakni mengikuti prakondisi
yang di tempatkan di daerah pegunungan lereng gunung Ungaran, Suasana
dingin menyelimuti waktu malam dan dingin panas terik waktu siang.
Prakondisi meliputi pelatihan kurikulum, survival, kerja sama, dan
sebagainya, disinilah tahap terakhir kesiapan mental para calon guru di
uji selama dua minggu yang berakhir tanggal 17 Agustus 2015.
Alhamdulillah tanggal 25 Agustus 2015 mimpi itu tercapai yakni
menjadi guru SM-3T angkatan V. Lega rasanya ketika dahulu mahasiswa
bermimpi untuk menjadi guru SM-3T yang pada akhirnya tercapai, babak
baru dari awal pengabdian untuk negeri. Berkumpul sekitar pukul 06.00 di
bandara Achmad Yani, Semarang sebanyak 50 orang guru penempatan
kabupaten Landak Kalimantan Barat bersiap mengawali pengabdiannya,
bersamaan pula waktu itu guru SM-3T kabupaten Sambas juga berangkat pada
hari yang sama. Dengan tujuan Jakarta, kami menempuhnya dengan menaiki
pesawat Lion Air dengan waktu tempuh sekitar 1 jam lebih, setiba di
Jakarta pukul 11.00, transit sebentar kemudian pukul 13.00 dilanjut
penerbangan menuju Pontianak, Kalbar tepatnya bandara Supadio. Setiba di
bandara Supadio pukul 14.30 lebih langsung menaiki bus kecil untuk
menuju di ibu kota kabupaten yakni kecamatan Ngabang yang menempuh waktu
lebih dari enam jam perjalanan. Sesampai di Ngabang, hotel Hanura pukul
23.30 malam, meletihkan itulah yang kami rasakan akan tetapi rasa
semangat yang terjaga menghapus rasa letih itu dilanjut makan bersama
tengah malam, rapat kecil bertemu dengan angkatan IV berkenalan,
membahas agenda besok hari dan tukar informasi. Pukul 01.00 dini hari
tanggal 26 Agustus 2015 rapat usai dan dilanjut istirahat. Keesokan
harinya ada undangan di Dinas Pendidikan untuk acara penerimaan guru
SM-3T V dan pelepasan guru SM-3T IV serta pembagian tugas penempatan
bagi guru SM-3T V dan inilah yang aku tunggu, berharap tempat yang
nyaman biarpun pedalamanpun tak apa. Ketika diumumkan namaku beserta
tempat penugasan, “Agista Rizky Dermara” penempatan ‘SMP N 10 SATU ATAP
NGABANG” horee....hahah, dapat kecamatan nih dengan jalan raya besar dan
juga kecamatan alias kota dan yang ditugaskan disitu ada satu teman
seangkatan setidaknya ada teman bincang. Dengan muka polos tidak tahu
kondisi geografis di sini, tidak tahunya ku tanya angkatan V tidak ada
yang penempatan disitu dan pula katanya tempatnya jauh, Ya Allah aku
pikir letaknya di pinggir jalan raya karena memang masih ibu kota
kabupaten yakni Kecamatan Ngabang akan tetapi katanya angkatan V kondisi
jalan menuju penempatanyan jauuuhhhh, jalannya jelek tanah merak, tidak
ada sinyal seluler dan listrik.....Ya Allah lindungilah kami dalam
perjalanan...aamiin
bersambung......
Masih pada
tanggal 26 Agustus, kami berdua yang mendapat tugas penempatan di SMP N
10 SATU ATAP NGABANG Desa Amang menunggu jemputan kepala sekolah dan
waktu itu juga kami bertemu dengan Kepsek Pak Kristianus Wageda berumur
masih muda sekitar 35 tahun, karena tempat tujuan jauh dari dinas, tidak
bisa sore itu setelah rapat berangkat ke tempat sasaran maka kami
diinapkan di hotel yang sama untuk keesokan harinya tanggal 27 Agustus
barulah berangkat. Dengan menggunakan bus umum kami menuju simpang
sidas, sesampai disana menunggu jemputan sepeda motor dari amang, dan
beruntungnya kami bukan motor yang didapat melainkan truk pengangkut
kelapa sawit yang supirnya juga akan pulang ke rumahnya, desa yang sama
dengan penempatan kami. Perjalanan melewati perkebunan sawit dan pohon
karet yang begitu luas dan tertata sembari tengok kanan dan tengok kiri,
sepanjang tanah merah yang kulalui yang membuatku kaget adalah
banyaknya babi piaraan berkeliaran di jalan. Pertama kali datang kami
bertempat di rumah sekdes Pak Parjono, aku pikir orang jawa karena
mendengar namanya ternyata orang dayak asli, hehehe. Berbincang hangat
pada pertemuan pertama dengan salam perkenalan dan diberitahu kondisi
tempat tinggal, sekolah dan kondisi sosial masyarakat sini. Dan aku
mendapat satu teman guru SM-3T dari Unsyiah Aceh yang terlebih dahulu
datang, sehingga jumlah guru yang ditugaskan sebanyak tiga orang, dua
dari UNNES dan satu dari Unsyiah.
Sudah tiga bulan lebih
aku merantau di tanah kalimantan sebagai guru di pedalaman, rasa suka
dan duka, tertawa dan gembira begitupula sedih semua kurasakan itulah
arti kehidupan. Ketika aku berada didepan kelas mengajarkan ilmu, moral
dan etika mereka selalu memperhatikan, seakan murid-murid itu seperti
kertas putih dan segelas air yang kosong yang perlu dituliskan dan diisi
ilmu-ilmu yang bermanfaat. Pada suatu waktu aku suruh mereka untuk
memperkenalkan identitas diri dan cita-cita yang ingin dicapai dan
alhamdulillah banyak dari mereka ingin bercita-cita menjadi guru.
Sekolah ini hanya memiliki tiga kelas yaitu satu ruang masing-masing
kelas tujuh, delapan dan sembilan belum ada lulusan dari SMP ini karena
baru berjalan tiga tahun kondisi sarana dan prasaran dapat dibilang
cukup, kondisi psikologis murid kelas delapan dan sembilan wajar pada
usia mereka saat ini, beda dengan kelas tujuh, ada segilintir siswa
kelas tujuh yang tidak bisa diatur kadang membuatku marah, minggu kedua
dan ketiga aku masuk mereka berdendang dengan pukul-pukul meja sampai
aku bilang “jika temanmu itu masih saja berisik, berbuat onar dan
mengganggu kawannya” alangkah lebih baiknya belajar sendiri dan aku
keluar, waktu itu aku keluar dari kelas menuju kantor akan tetapi
beberapa anak mnghampiriku sambil memegang tanganku dan berkata
“janganlah marahlah Pak, jangan pergi, ayo bapak masuk ke kelas kami dan
belajar, kami janji tidak akan berisik” , dalam hatiku inilah yang
kutunggu-tunggu bukti keseriusan mereka dalam belajar.
Berulang kali selalu kuingatkan “jangan berdendang dengan memukul meja”
dan akhirnya pun minggu kelima dan seterusnya tidak ada lagi yang
berdendang. Semua anak terinspirasi oleh ceritaku, ada anak siswa kelas
tujuh berkata “aku ingin menjadi guru SM-3T seperti bapak, nanti kalau
sudah besar merantau ke jawa aku cari rumah bapak” memang anak ini rajin
dan pintar diantara teman-temannya. Setelah beradaptasi lingkungan
kelas selama dua bulan semua dapat dikendalikan , dan mereka nakal dalam
batas yang wajar yang sekarang mudah untuk diatur.
Disela-sela waktu mereka selalu menanyakan “ Pak, kapan kita jalan,
camping menuju bukit ?”, “ayo pergi ketempat ini dan itu” , “Pak, aku
bawakan buah ini, sayur ini, mau ?. Pada musim panen beras, sayur dan
buah, masyarakat memberi kami dengan cuma-cuma, beras ada, buah rambutan
ada, durian ada, buah pluntan ada, sayur kangkung ada, sayur bayam ada,
kecipir ada, daun timun ada, timunnya pasti ada, buah yang aneh-anehpun
ada sampai aku tidak tahu namanya dan yang spesial banyaknya adalah
singkong, yang mana makanan favoritku terutama kalau digoreng, hehehe.
Setiap jumat kami keluar dari desa untuk shalat jum’at waktu
tempuh satu jam ke masjid terdekat yaitu disimpang sidas, karena
masyarakat di desa mayoritas kristen protestan dan hanya dua KK saja
yang muslim. Suatu waktu setelah shalat jum’at di ngabang kami
memutuskan pulang sore meskipun hujan, perjalanan dari kecamatan ke
simpang dangku dengan kondisi jalan yang baik, seterusnya simpang dangku
ke arah desa dengan kondisi jalan yang buruk karena waktu itu hujan,
perjalanan awal biasa saja setelah hujan reda sesampai ditanjakan amang,
kami terpaku melihat jalannya apakah bisa kami melewatinya, gas motor
ditarik sekuat tenaga, motor tak bisa naik harus didorong keatas sedikit
demi sedikit, ban motor penuh dengan gumpalan tanah merah yang
menyebabkan sulitnya ban motor berputar, deru mesin motor semakin keras
dan tetesan keringat membasahi pakaian , bersusah payahlah kami menumpuh
jalan tanjakan itu sehingga butuh 30 menit untuk naik ke atas, sesampai
mes sekolah pukul 20.30, perjalanan dengan kondisi hujan itu membuatku
tidak ingin mengulanginya lagi alangkah baiknya pergi keesokan harinya.
Hal yang membuatku senyum di mulut dan di hati adalah ketika
mereka menanyakan tentang dirinya “Pak, aku pintar kan ?” dan mereka
selalu berlomba-lomba melakukan kebaikan. Banyak cerita yang ingin
kusampaikan seperti membersihkan kotoran anjing di dalam kelas,
pembuatan mes dan jemuran yang dibantu siswa dan masyarakat,
mengendalikan siswa yang sangat nakal, mencari sinyal di bukit hingga
membuat penguat sinyal, menyusuri jalan dan air terjun, tangan bengkak
terkena serangga penyengat tapi apalah daya kekuranganku sebagai manusia
yang lelah untuk menulis, semoga tulisanku ini menjadi inspirasi bagi
mereka yang membacanya

0 komentar:
Posting Komentar