Oleh : Ulfa Nur Rahardini
12 Desember 2015
Sebuah pengalaman pribadi yang mungkin tak menginspirasi , atau tak
memberikan pelajaran, atau hanya sekedar terbaca menjadi cerita..tidak
bagiku..setiap jengkal yang ku temui disini adalah hal yang patut ku
syukuri..Kalimantan yang kaya sekali akan alam, adat dan
budayanya..akankah ku ceritakan perjalanan sekolahku yang berlumpur dan
naik turun bukit ? Tidak demikian. Akankah ku ceritakan siswa siswinya
yang jauuh sekali dengan siswa siswi yang pernah ku alami
sebelumnya ? Tidak juga demikian, bahkan mereka lebih
menyenangkan..karena apa ? Sekali lagi karena aku disini..akankah ku
ceritakan bangunan sekolah yang reot dan rusak sana sini ? Tidak pula,
jauh lebih baik dari apa yang saudaraku alami di tanah ini..
SMP
Negeri 5 Mandor,Kecamatan Mandor Kabupaten Landak ,Provinsi Kalimantan
Barat adalah tempat pengabdianku, sebagai guru sm3t seorang diri. guru
serba bisa ? Tidak juga yaa..tapi akan jadi serba bisa dalam situasi
yang mengharuskan demikian..sekolah yang berada persis di lintasan Trans
Kalimantan..terbayang sudah dalam benakku seperti anak anak Pantura di
Jawa sana, konotasi yang kebanyakan mengarah ke kurang baik harus aku
tepis walaupun memang begitu adanya..penalaran sosial yang bisa saya
terawang adalah terbukanya kebudayaan dan interaksi sosial dlm
masyarakatnya..so ? Biasanya seperti apa ? Yaa memang kembali ke
individunya..
Namun, bagiku inilah yang ku anggap unik,
Namun, bagiku inilah yang ku anggap unik,
Atau
mungkin tdk pernah ku temui sebelumnya di lingkungan sekolah ku ? Yang
memacu akademik daripada segi moral dan perilaku kesehariannya ? Memacu
kognitif dalam keadaan seperti ini bisa dibayangkan ? Tak perlu ku
jelaskan . guru yang menuntut siswanya pintar yang ada hanya akan selalu
marah.
Ditempatku bernaung utk membagi dan mendapatkan ilmu ini,
banyak sekali rutinitas yg luar biasa bagiku..semua tak lain adlh usaha
bersama Kepala Sekolah dan guru gurunya yg luar biasa..dari menyapu,
mencuci piring, menyiram tanaman, membetulkan kursi, membuka dan menutup
jendela, mandi di sungai setelah ollahraga, mencopot baner yang
dipakai, dan banyak yang lain .semua ini pembiasaan yg menyegarkan..yang
terus terang saja tidak pernah ku temui selama sekolah, awalnya keadaan
ini trjadi karena terbatasnya tenaga pendidik. Meski demikian,
kebiasaan kebiasaan tersebut dilakukan oleh siswa dan kesemuanya
dilakukan oleh siswa secara bergantian..pembiasaan ini mengarah pada
kebiasaan yang di tangguhnya 1 hari sebagai wujud tanggung jawab..
Bentuk kemandirian, bentuk pembiasaan yang sebenarnya akn menjadikannya
peka terhadap apa apanya ketika besar nanti,Yang nantinya mungkin sulit
ku temukan di sekolah sekolah kota, atau mungkin diriku saja yg tidak
tau..terimakasih akan selalu tercurah..utk yang Maha Kuasa dan semua
keluargaku dimanapun..disini dan disana..terimakasih Dikti telah
membawaku ke keadaan jauh dari zona nyaman tapi banyak sekali ku
dapatkan pelajaran.
0 komentar:
Posting Komentar