a

Fanpage



Instagram



Kamis, 24 Desember 2015

Keistimewaan Ditengah Kesederhanaan

SM3T Unnes
Oleh : Niken Setya
12 Desember 2015

  

        Mengikuti Program SM3T (Sarjana Mendidik di 3T) adalah awal pengalaman baruku yang patut kusyukuri sepanjang hidup karena menjadi bagian dari pendidik yang mengabdi di pelosok negeri. Siapa yang menyangka bisa menginjakkan kaki di tanah Borneo yg terkenal dengan hasil alam berupa emas dan intan yang konon katanya dapat dijumpai di sungai". Maka tak heran bila arti nama Kalimantan ialah Sungai yg ada intannya. Selain itu, kekayaan alam lainnya yang paling tampak ialah pohon sawit. Saya senang bila menuju tempat pengabdian karena melewati barisan sawit yang berjajar di pinggir jalan. Tampak sejuk dipandang mata. Akses jalan pun tak terlalu mengalami kendala karena sudah beraspal. Beruntung tahun ini jalanan yang dulunya tanah bebatuan dan bila hujan banyak yang terjebak di jalan kini sudah tak ada keluhan lagi. Istilahnya sudah nyaman (enak). Jarak perjalanan dari kota kecamatan sampai Dusun Toho Raba yang berjarak kurang lebih 25 km dan dapat ditempuh hanya 45 menit saja. Ada lagi pemandangan 'bonus' yang tak kalah indah ialah bukit klaren. Bukit dengan sejuta keindahannya bila kita berada di atas. Dari sinilah kita bisa memandang rimbunan sawit yang diselimuti awan putih di atasnya. Tak henti-hentinya ku memuji ciptaan Allah. Berdecak kagum melihat pesona yang disuguhkan tiap pagi.

        Lihatlah Sabtu pagi ini, langit tampak cerah dan awan putih hiasi sekolah kami SMP N 8 Ngabang. Hari ini semua siswa melaksanakan UUB mata pelajaran Kabing dan BDP. Mapel pertama ialah Kecakapan Bahasa Inggris. Kurang dari 2 jam telah mereka selesaikan. Barulah mata ujian yg ditunggu-tunggu, BDP yaitu Budi Daya Pertanian. Nah pelaksanaan ujiannya adalah memasak. Jadilah seperti lomba memasak antar kelas. Menu yg dimasak sangat beragam, ada yg membuat nasi goreng, mie goreng, bahkan bubur kacang hijau pun dibuat oleh siswa. Semua tampak antusias mulai dari mempersiapkan peralatan masak, mengambil air, menumis bumbu, dan membuat minuman. Minuman yang disajikan pun beragam. Ada yang membuat teh es (es teh), minuman jeruk, dan kopi. Satu kelas terbagi 3 sampai 4 kelompok. Tiap kelompok membuat 5 porsi yang nantinya akan dinilai oleh juri. Aspek yang dinilai ialah kebersihan, kerapihan, dan tentunya cita rasa. Kami berkeliling melihat proses memasak mereka, salah satunya menu nasi goreng. Ada yang menambahkan sayur, bahkan irisan tahu dan tempe juga mereka masukkan. 'Tumplek blek' jadi satu. "Ini sih namanya nasi goreng pelangi" kataku. Sontak mereka terbahak-bahak. "Iya bu, benar ini nasi goreng pelangi ala kami hahaha"gelak tawa mereka. Masuk ke kelas 7, tampak riuh karena semua bermasalah dengan kompor. Ada yang kompornya susah dinyalakan, ada yang sumbunya tidak terlihat akhirnya dibongkar lagi, ada juga yang salah putar menyalakan kompor minyak. Bahkan ada juga yang kehabisan gas. Nah untuk mengatasinya, mereka meminjam gas kami yang ada di rumah sehingga tidak perlu pulang. Tak putus asa mereka mengatasi kendala yang ada. Muncul inisiatif mereka meminjam kompor kakak kelas sehingga bisa mengefisienkan waktu. Kami salut dengn kegigihan dan kerjasama. mereka. Jadi waktu 1,5 jam cukup untuk mereka selesaikan tugas memasak. Tibalah saatnya menghidangkan menu di kantor. Semua tampak antusias membawa hidangan terbaik mereka. Para guru senang melihat sajian kreasi yang banyak sekali pilihannya. Melihatnya saja sudah kenyang apalagi menikmati sebanyak ini, pikirku. Mulailah kami menikmati hidangan mereka dan menilainya. Oh ya KKM BDP yaitu 75. Untuk urusan nilai memasak, mereka layak mendapatkan di atas KKM. Terpenting mereka dapat mengaplikasikan ilmu BDP di kehidupan sehari-hari serta menikmati hasilnya. Di akhir acara, semua siswa makan bersama dengan menu yang bervariasi. Begitu pula kami, dewan guru sangat senang menyantap hidangan yg tersedia di meja. Perut kenyang hati senang.
       Sungguh nikmat dan bersyukur sekali hari ini. Banyak canda tawa yang kami jalin dengan siswa. Terima kasih Tuhan atas kebersamaan ini, sederhana namun bermakna

Tentang Kami

SM-3T V UNNES
Kab. Landak, Kalimantan Barat

SM-3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. SM3T adalah program pemerataan pendidikan pemerintah. Kami putra-putri Universitas Negeri Semarang mengabdikan diri untuk SM-3T Kelima di Kab. Landak, Kalimantan Barat.

0 komentar: