Oleh : Siti Ma'sumah
19 Desember 2015
Terdepan!! Memang terdepan..
Terluar!! Memang benar terluar..
Tertinggal!! Memang sudah faktanya tertinggal.
Sebuah kenyataan yang dulunya hanya teori yang kutahu, kini,
kualami sendiri menjadi pemeran pembantu di dalamnya. Seperti inilah
rasanya nano-nano kehidupan di kampung yang jauh dari hiruk pikuknya
kota. Awalnya memang kaget, jauh dari peradaban manusia. Tidak bisa
melihat jalan beraspal hitam yang dipenuhi aneka macam kendaraan. Tidak
bisa menikmati semua yang dulu pernah dirasakan di pulau seberang.
Namun, banyak sekali yang kupelajari di sini terutama tentang makna
sebuah kehidupan. Kurasakan betapa tenangnya hati ini menikmati indahnya
dunia, bisa bebas berkomunikasi dengan alam dan bersosialisasi dengan
orang tanpa terganggu rayuan ponsel. Aku dapat belajar dari kemandirian
mereka mulai dari mencari kayu bakar, mencari sayur, berladang, menoreh
dan memasak. Anak masih kecil sudah dilatih untuk mengayomi keluarganya.
Inilah yang membuatku tak hentinya terkagum-kagum akan perjuangan hidup
mereka yang memang perlu diteladani. Banyak hal baik yang kudapati dan
memang tak ada yang perlu disesali karena ini pilihan kita. Semuanya
sudah diatur jauh-jauh hari sebelum kita ada. Tinggal bagaimana cara
kita menikmatinya. Semangat!!!

0 komentar:
Posting Komentar