Oleh: Fadllul Muna
7 April·2016
"Perpus nga buka...
Perpus nga bukaaa...." teriak salah satu anak saat melihatku keluar dari
rumah dan berjalan menuju perpustakaan. Nga adalah bahasa Dayak Benyadu yang
artinya "sudah". Anak-anak yang tadinya menunggu juru kunci perpus
[read: aku dan Nia] segera berhambur keluar dari rumah yang ada di depan
rumahku. Sore ini Rumah Baca Temahar [RBT] yang bertempat di perpustakaan SD
kubuka.
Banyak yang protes karena sore ini aku telat membuka
perpustakaan.
"Masak ibu lama nelponnya tadi?" tanya anak yang tadi melihatku memegang HP alias sedang telpon-telponan dengan kawan.
Rumah Baca Temahar sudah memiliki pengunjung setia lho. Ada
Bintang, Ijes, dan Tetot yang jarang absen ke RBT tiap sore. Mereka adalah tiga
sekawan dari kelas V. Rehan dari kelas IV yang rajin membaca buku. Kalau buku
itu belum selesai dibaca, maka ia tak akan membaca buku lain. Ada juga Maria
yang belajar pembagian susun/porogapit. Begitu juga ada Agung yang kemarin
belajar porogapit dan kini ia sudah pandai pembagian angka puluhan. Eva tak
ketinggalan selalu mengambil buku rak bahasa Inggris dari rak. Ia belajar bahasa
Inggris. Katanya sih biar pandai dan bisa masuk SMPN 1 Ngabang.
Ada juga anak-anak lain yang datang silih berganti
mengunjungi perpustakaan. Satu hal yang pasti ada pada diri mereka, semangat
dan keingintahuan membaca. Semoga apa yang mereka baca, selalu diingat,
dipahami, dan bermanfaat.

0 komentar:
Posting Komentar