Oleh Agista Rizky Dermara
11 Maret 2016
Kejadian ini baru pertama kali kualami di tempat pengabdian, awal mula hari minggu sore ketika itu aku mengecat papan penunjuk alamat sekolah, tanpa kusadari ada serangga sejenis kumbang yang menempel di betisku, aku pikir kumbang biasa hanya kuusir pakai tangan, rasanya seperti digigit semut merah, lanjutlah aku bekerja lagi eh serangganya menempel menyengat lagi di kakiku, aku mikir ini hanyalah gigitan serangga biasa jadi biarlah.
Hari senin pagi tiba-tiba kulit tempurung kaki memerah dan sedikit bengkak, terasa panas apalagi pada sore harinya saat waktunya mandi, kulit yang bengkak terkena air menjadi terasa panas dan memerah tidak kusangka efek racun serangganya begitu kuat. Bengkaknya lanjut ke sendi-sendi tumpuan, waktu itu belum terpikirkan pergi ke rumah sakit karena aku pikir normal paling juga nanti sembuh sendiri, dan aku tanya ke murid perihal bengkaknya kaki dan ternyata bahwa gigitan ini merupakan sengatan serangga penyengat.
Pada hari selasa pagi waktu itu menjadi pengawas UUB, efek racunnya sudah menjalar ke jari telunjuk tangan kanan, lambat tapi pasti jari-jari yang lainya juga bengkak memerah seperti jempol semuanya, waduduh.... aku langsung berniat setelah kerja langsung pergi ke kota untuk periksa dan berobat. Setelah pulang sekolah langsung shalat dhuhur dan berniat kemas-kemas untuk pergi, tapi apa daya hujan pada siang hari mengguyur lebat, padahal tubuh sudah tidak betah lagi dengan kondisi bengkak dan panas pada tangan. Sementara hujan melanda, aku putuskan untuk tidur karena harapan untuk pergi ke kota tipis biasanya hujan lebat sampai sore, kalau sudah hujan, susah dan sulit untuk melintasi tanjakan yang licin dan sering mengakibatkan jatuh dari motor.
Sekitar dua jam hujan reda dan panas terik matahari bersinar, ku lihat jam dan ternyata masih sekitar jam dua lebih, jadi bergegas berkemas dan pergi menggunakan motor ke kota. Dengan sendirian aku yakin mampu sampai ke kota meskipun jalan licin setelah hujan, sekitar jam empat sore sudah sampai ke rumah sakit langsung ke dokter jaga dan bilang penyakit yang aku derita, ditanya ini itu “apa alergi makanan, air” karena tinggalnya di area lahan kebun sawit, aku jawab “bukan, hanya saja digigit serangga pada hari minggu” tapi dokternya ragu karena racunnya hingga sampai tiga hari, ku yakinnya bahwa benar kena gigitan serangga akhirnya diberi obat untuk anti racun serangga.
Selesai periksa mampir ke mes SLB untuk bermalam dan berencana paginya untuk pulang, tapi teman bilang “ kalau besok hari libur karena pilkada serentak” oh beruntung sekali diriku, jadi tidak terburu-buru pulang pagi, jadi bisa sore harinya pulang ke desa, maklmum di desa informasi lambat tersebar. Malamnya setelah makan malam langsung ku minum obatnya, berharap pagi harinya bisa sembuh. Alhamdulillah hari rabu pagi jari tangan dan sendi lumayan tidak begitu bengkak dan sepertinya akan lebih baik lagi. Melihat sudah membaik ini tangan dan kaki serta sendi-sendi, hati sudah tak gundah lagi pada sore harinya ku putuskan pulang kembali ke desa. Alhamdulillah Wa Syukurillah.


0 komentar:
Posting Komentar