a

Fanpage



Instagram



Selasa, 31 Mei 2016

Maka Nikmat Tuhan Manakah yang Kamu Dustakan ?

SM3T Unnes

Oleh Agista Rizky Dermara

11 Maret 2016



Kedatanganku pertama kali di desa Amang tepatnya di SMP N 10 SATAP NGABANG, membuat banyak tanya yang ada di dalam pikiranku. Sepanjang jalan tanah merah dan bebatuan terdapat babi dan anjing sangat banyak berbalik 180 derajat yang tidak pernah kutemui babi berkeliaran di kampungku. Merasakan makan pertama kali masakan orang dayak di rumah tokoh desa, meskipun apa adanya rasanya tetap aku makan karena hal tersebut merupakan penghormatan kita terhadap mereka. 

Pertama kali kunjung ke tetangga, kami diberi buah jeruk bali yang langsung dipetik dari pohonnya, dan merupakan satu-satunya pohon jeruk bali di dusun kami. Rasanya segar, enak , pengen nambah lagi, hehehe. Suatu waktu diajak makan buah jambu air, Waktu itu disediakan jambu air putih satu baskom aku terkejut, terasa aneh saat mereka makan buah , kenapa ? mereka menggunakan penyedap masakan/mas*k* sebagai bumbu..terpaksa aku harus mencoba pertama kalinya. Hahaha... aku cocol jambu air itu ke dalam masak* , rasanya tidak karuan di lidah. Biasanya sih kalau dirumah makan buah yang rasanya sedikit asam dicocol dengan garam, maknyus. 

Begitupula ketika mereka membuat rujak ode/timun batu seperti timun suri, waktu itu di kantor sekolah ku lihat teman guru kami membuat rujak ode, ku lihat bumbunya diambil dari royc* yang ada di dapur kami, “oh tidak”, dijadikan satu dengan cabe yang ditumbuk kemudiah dicampur dengan potongan ode, rasanya ?ku coba satu potong saja, karena kami tidak terbiasa maka aneh di lidah. Di saat kekurangan bahan makanan di mes, tiba-tiba saja tiap hari di kasih sayur, ada daun singkong; kangkung; bayam; sawi; daun timun; kecipir; dan lain sebagainya hingga satu tumpukan sayur menggunung di simpan. Untuk pengganti nasi, singkong atau ubi dikasih oleh warga, di sini singkong banyak sekali, hanya saja buah singkongya dijadikan makanan pokok untuk hewan babi(oek=bahasa dayak beyadu). Pertama kali murid-murid terkejut ketika melihat kami makan dengan lahap olahan singkongnya, karena mereka pikir yang suka singkong hanyalah piaraan babinya.



Bulan Oktober, November merupakan bulan panen buah rambutan, durian, kweni, timun, pisang. Tiap hari berdatangan buah yang diberi oleh warga, rasa tak bosan kami untuk memakannya. Orang-orang disini sangat baik meskipun beda agama denganku. Suatu waktu ada muridku yang tiba-tiba bawa durian berjumlah tujuh buah, bagaikan dapat durian runtuh, hehehe..langsung sore harinya dimakan dan dinikmati. Suatu waktu aku ingin makan buah pisang, dan berencana beli di kota setelah shalat jumat, yang mana tiap jumat adalah kesempatan pergi ke kota untuk shalat jumat, membeli bahan pokok, internet dan lain sebagainya. Tiba-tiba esok harinya ada murid yang membawa pisang yang enak sekali rasanya. Bulan Pebruari ini adalah musim panen padi, seperti biasanya warga dengan tulusnya memberi beras baru, hingga dapat dimasak selama tiga minggu. Itulah manisnya nikmat meskipun di lingkungan yang sangat jauh dari kota. Wah memang rezeki itu ditangan Allah, manusia harus pandai-pandai bersyukur agar ditambah lagi nikmatnya. Fabiayyi ala i rabbikuma tukaddziban.

Tentang Kami

SM-3T V UNNES
Kab. Landak, Kalimantan Barat

SM-3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. SM3T adalah program pemerataan pendidikan pemerintah. Kami putra-putri Universitas Negeri Semarang mengabdikan diri untuk SM-3T Kelima di Kab. Landak, Kalimantan Barat.

0 komentar: