Oleh: Roni Wanfuadi
20 Maret 2016
Setelah tadi malam sempat menginap di rumahnya, akhirnya tadi pagi kami berangkat. Pukul 02.30 kami sudah bangun untuk mempersiapkan segala sesuatunya, baik matras, bekal makanan, pakaian ganti, maupun senter. Bahkan kami sempat mandi dulu loh. 😁
Sekitar pukul 03.50 kami selesai mempersiapkan semuanya dan bersiap berangkat. 10 menit pertama kami melewati area persawahan. Barulah 15 menit setelahnya kami harus berjuang masuk hutan dengan sudut kemiringan yang cukup tajam. Cukup 25 menit saja waktu yang dibutuhkan untuk tiba di puncak bukit ini. Mantapp, sudah lama tidak berkeringat karena pendakian seperti ini. Meski berpeluh namun hal tersebut menjadi subjek kenikmatan tersendiri.
Sesaat kemudian saya melihat ada beberapa balok sinyal pada jaringan Telu. Biasa lah pikirku. Menjadi heboh ketika saya mengaktifkan sambungan datanya ternyata bestatus Haples. Wohh, lekas lebay. 😅
La pie ya. Di penempatan sinyal teramat susah, itupun hanya jaringan Tel (sensor) komsel doang. Sementara bukit yang hanya berjarak 25 menitan ini menyediakan sinyal dari berbagai operator. 😍
Ketika subuh tiba, saya pun menggelar matras sebagai alas sholat. Mengetahui bahwa di bukit tidak ada air maka saya pun mengambil wudhu sedari rumah. Setengah jam kemudian, mentari beranjak naik menampakkan kilaunya.
Terbaring dalam hangatnya pelukan mentari, menikmati koneksi data, dibelai angin sepoi - sepoi, sambil merajut tulisan ini.
Visit Sebangki.



0 komentar:
Posting Komentar