Oleh : Rina Istiani
25 Januari 2016
4 Januari 2016 adalah hari pertama masuk ke sekolah. Pagi itu (putra putri landak) terlihat bersemangat pergi ke sekolah. Pagi itu, pelajaran IPA di kelas IX seperti ada yang berubah, kondisi yang membuatku cukup terharu. Berbeda dengan semester I setiap pelajaran di kelas ada saja tingkah mereka seperti membuat kegaduhan di kelas, ngantuk, dan tidak memperhatikan guru. Mulai dari Gero yang sering ngobrol sendiri (biang kegaduhan), Rano yang terlihat pendiam tapi sebenarnya tidak memperhatikan, Dedi yang jarang sekali mencatat pelajaran (sekalinya dia mencatat ketika mau ulangan “syukurlah dedi sekarang mencatat” kataku, lalu dia menjawab “iyalah, kan tadi ibu bilang besok mau ulangan”), sampai Boby yang selalu sibuk dengan kamus untuk membantunya men-translate cerita bahasa Inggris ketika pelajaran IPA sedang berlangsung (sumpah dongkol rasane :D).
Ketika di semester II pelajaran menjadi kondusif, tingkah-tingkah mereka yang dulu kini tidak ditunjukkan lagi. Intensitas cerewetnya si Gero berkurang, Rano yang mulai memperhatikan pelajaran (beberapa kali dia menjawab dan menanggapi pertanyaan dari guru), Dedi yang sekarang selalu mencatat semua pelajaran dan boby yang sekarang memperhatikan pelajaran. Merasa bertanya- tanya pada awalnya tapi syukurlah jika memang mereka telah mendapat hidayah dari Yang Maha Kuasa (merasa bersyukur).
Perhatianku lebih tertuju kepada Boby dia siswa kelas IX dan bertempat tinggal di kampung batu baru sama dengan kampung yang kami tempati. Karena dalam satu kampung, sering sekali dia mampir ke rumah kami. Tidak jarang pula dia memberikan bantuan dan mencarikan sayura dan buah-buahan untuk kami. Sesekali ketika mengobrol dan bercanda kami selipkan motivasi untuknya bahwa pendidikan itu penting, kebiasaan minum minuman keras itu tidak baik untuk kesehatan serta menjaga bagaimana perilaku kepada orang yang lebih tua. Di sekolah dia sudah mulai menunjukkan perubahan lebih sopan pula. Dia tidak lagi membuka kamus ketika pelajaran IPA. Sering duduk sendiri, “payah bu kalo duduk bedua tu, bercanda terus” begitu katanya. Entah mengapa minggu lalu hampir setiap hari bobo main ke tempat kami bahkan kadang ketika malam. “Saya malas di rumah bu masih banyak kawan bapakku mabuk” katanya. Pernah pula ada yang mencarinya, katanya “payah kawanku itu bu cari aku mau ngajak ke cafe: baca “kape” (istilahnya saja kape tapi aslinya ya cuma warung sering untuk minum :D)”. Semoga ini bisa bertahan lama bukan hanya sementara. Sukses selalu anak-anakku khususnya kelas IX semangat belajarnya menjelang UN, semoga lulus semua. Aamiin.

0 komentar:
Posting Komentar