Oleh : Vita Virgawati
2 Januari 2016
Sebelumnya, saya
mungkin harus minta maaf untuk beberapa pihak yang mungkin kurang
berkenan dengan tulisan saya.. SM3T.. mungkin alasan saya mengikuti
program ini agak sedikit berbeda dengan kawan-kawan yang lain. Mungkin
teman-teman mengikuti program ini adalah untuk belajar menjadi guru
professional dan menjadi pribadi yang lebih baik. Tapi saya mengikuti
program ini adalah, untuk membalas kebaikan Tuhan selama ini, dan saya
merasa belum bisa berguna untuk siapapun selama ini, kenapa SM3T? karena
di daerah 3T lah banyak mimpi-mimpi yang bergantung, yang mungkin harus
disemai dan diwujudkan menjadi nyata. Meskipun dari masa saya masih
kuliah saya selalu mengatakan tidak ingin menjadi guru jika orientasi
saya masih uang, karena bagi saya guru itu pendidik, manusia paling
mulia dan paling tulus.. meskipun sekarang saya mengajar dan bergelar
S.Pd tapi bagi saya kata “GURU” masih belum layak saya sandang..
Bagi saya SM3T adalah pelarian, pelarian dari rasa nyaman, pelarian dari
mimpi-mimpi saya, pelarian dari kehedonan pulau jawa, dimana
orang-orang rela membayar mahal untuk secangkir kopi pahit yang akrab
disebut Americano.. kehidupan di sini sungguh berbanding terbalik,
alamlah yang menjadi tempat bergantung bagi penghidupan mereka.. sungguh
pepatah ini begitu nyata “Ketika ikan terakhir dipancing, pohon
terakhir ditebang, sungai-sungai telah teracuni, barulah orang sadar
uang tak bisa dimakan”. Terbelalak aku ketika melihat gundukan tanah
kuning yang berkelok-kelok dan tertanam puluhan, mungkin ribuan bibit
sawit.. oke mungkin sebentar lagi hutan Kalimantan tinggal cerita..
Bagaimana dengan mereka???
Yang menggantungkan mimpi mereka di balik rindang hijau hutan Kalimantan??
Yang ingin mengubah penghidupan mereka??
Yang menjadi cikal bakal pilar-pilar Indonesia..
Dalam pikirku terbayang..
Tapak jejak kecil penuh mimpi
Penuh haru dalam binar mataku
Mimpi besarku, mimpi mereka
Sesampai di sini, mungkin aku sedikit kecewa
Mereka tak bermimpi, tak bercita-cita
Seperti tersungkur aku saat itu..
Apa aku terlalu memaksa mereka untuk bermimpi??
Sekarang tugasku adalah merubah mereka.. mereka harus bermimpi, mereka
harus bercita-cita.. mereka yang membantuku merubah diriku.. merubahku
menjadi seseorang yang lebih mandiri dan tak lagi manja.. mereka yang
mampu membuatku berjalan kaki berkilo-kilo meter untuk pertama kali..
yang membuatku merasakan segarnya air yang diminum langsung dari alam,
yang membuatku merasakan seperti apa rasa segar buah dari pedalaman
hutan Kalimantan.. mungkin bagi sebagian orang, ini adalah hal biasa,
tapi bagiku Vita Virgawati si anak “manja” ini adalah salah satu
pencapaian besarku.. yang akhirnya mampu menepis keraguan orang-orang di
sekitarku.. aku mampu dengan semua yang mereka ragukan..
Aku
yakin bahwa Tuhan akan memampukan kita diluar ekspektasi diri kita
selama ini.. tetap tulus, ikhlas, berniat baik, dan selalu bersyukur,
mungkin hanya itu kesimpulannya.. Tuhan mencukupkan kebutuhan kita..
Niat saya tidak muluk-muluk untuk meraka.. cukup menjadi teman dan
belajar bersama mereka.. membantu merka belajar apa yang mereka ingin
pelajari..
Saya hanya seorang pemimpi.. yang ingin bertemu dengan pemimpi-pemimpi baru..
Yang ceritanya mewangi seperti musk-musk putih..
Bertabur bersama goresan pena-pena..
Yang bersenandung bersama muse-muse dunia..
Salam dari saya seorang Pemimpi..
Salam MBMI..
Dari kami untuk INDONESIA..
Terimakasih kepada Allah S.WT, Orangtua dan sahabat-sahabat saya..
Untuk Ayom Estu Royani, yang menjadi partner dalam cerita terindah saya
selama melalui hidup di Kalimantan.. dan untuk semua Landakers semangat
guys!!!


0 komentar:
Posting Komentar