a

Fanpage



Instagram



Selasa, 19 Januari 2016

Perbedaan itu Indah

SM3T Unnes
Oleh : Dewi Puspitasari
2 Januari 2016



Tanah Kalimantan, tepatnya di dusun Toho Raba, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Di sanalah sepenggal perjalananku akan terlewati. Selama satu tahun menjalani kehidupan sebagai guru di SDN 19 Toho Raba.
Akses menuju tempat dinas dapat dikatakan tidak memiliki kendala berarti dikarenakan jalanan yang sudah aspal dan jarak tempuh yang hanya 40 menit dari pusat kota Ngabang.
Sekolah ini telah memiliki 7 orang guru dengan rincian 5 orang guru PNS dan 2 orang guru honorer ditambah kami dua orang guru SM-3T.

       Mengajar di sekolah ini memberikan tantangan tersendiri bagi kami guru SM-3T. Kendala yang sangat terasa saat pertama kali mengajar adalah bahasa. Masih sedikit siswa yang dapat berbicara menggunakan bahasa Indonesia, sementara yang lain menggunakan bahasa ibu mereka yaitu benyadu dan balangin. Apabila ada guru yang marah dan menggunakan bahasa Indonesia, mereka tidak akan mengerti dan harus menggunakan bahasa benyadu atau balangin. Namun itulah indahnya perbedaan. Dimana harus ada saling pengertian diantara keduanya.
     
 Salah satu penyemangat saat berada di Toho Raba adalah murid murid yang sangat antusias menyambut kedatangan gurunya ke sekolah. Pagi pagi sekali mereka datang ke rumah dinas dan menunggu untuk berangkat sekolah bersama sama. Sesampainya disekolah, mereka sudah berkerumun berebut untuk mencium tangan dan ramai ramai mengatakan “Bu Dewi...
ajar kami bu, ajar kami...”

Betapa indahnya mengajar disini,
Di tanah yang tak terbayangkan akan kupijak,
Bersama 50 pejuang pendidikan,
Bersama kalian, My beloved Landakers.

Tentang Kami

SM-3T V UNNES
Kab. Landak, Kalimantan Barat

SM-3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. SM3T adalah program pemerataan pendidikan pemerintah. Kami putra-putri Universitas Negeri Semarang mengabdikan diri untuk SM-3T Kelima di Kab. Landak, Kalimantan Barat.

0 komentar: