a

Fanpage



Instagram



Selasa, 19 Januari 2016

Rinduku dari Pulau Sejuta Sawit

SM3T Unnes

Oleh : Hikma Nurul Izza
7 Januari 2016


       Ah, harusnya kisah ini aku ceritakan kepadamu, seseorang yang dulu pernah mendengarkan semua mimpi dan rencanaku setelah selesai kuliah. Tentang belajar dan magang ke negeri orang bersama teman-teman satu perjuangan. Ingatkah hei Milyarda Shadaika Mufydah Palka Angga Pwa  Tapi, kali ini aku terjebak di salah satu koordinat belahan bumi yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya, Kalimantan. Disini, aku mengabdi menjadi seorang guru melalui program SM3T. Program mengajar 1 tahun di daerah terpencil, bonusnya bisa travelling. Jujur, tujuanku dulu hanya mengejar bonusnya. (Hehe jangan ditiru). Tapi setelah dijalani, tujuan itu berubah. Terimakasih mas Falid sudah menyarankan adikmu untuk ikut program ini.

       Ah, harusnya kuceritakan padamu, cerita tentang pengabdianku di SMA N 1 Meranti, Kec. Meranti, Kab. Landak. Coba saja cari di google map, jika kamu menemukannya, kamu termasuk orang yg beruntung! Penempatanku bisa dikategorikan tidak terlalu terpencil. Signyal ada dan sudah terjangkau listrik meskipun seringkali padam, jalanpun sudah aspal baru. Hehe. Dulu, sebelum berangkat, ada sedikit sentilan, "kenapa harus mengabdi nan jauh disana? di jawa pun masih banyak yg kekurangan guru". Ya, memang di jawa masih kekurangan, tetapi disini jauuuuhhh lebih kekurangan.

       Ah, harusnya cerita ini kusampaikan padamu bahwa aku bersyukur dulu bisa bersekolah dengan semua fasilitas serba ada. Disini semua serba kekurangan, Pembelajaran yang masih konvensional hampir setiap hari dilaksanakan karena keterbatasan sarana prasarana terutama buku. Kurangnya tenaga pendidik menjadi sebuah alasan klasik di semua jajaran pendidikan. Di tempat ini, guru seperti TOSERBA, Tokoh Serba Bisa. Merangkap mengajar apa saja. Guru Kimia bisa berubah menjadi guru Sosiologi. Guru Sejarah bisa saja menjadi guru Biologi. Salut untuk jajaran guru yang benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan.

       Ah, harusnya kuceritakan kisah ini kepadamu, kisah tentang semangat anak-anak untuk pergi ke sekolah meskipun jalan yang ditempuh sekitar 1-2 jam berjalan kaki. Tentang anak-anak yang rela bekerja sebagai pekerja ladang, dompeng emas, pekerja bangunan, kernet, dan apa saja demi mendapatkan uang saku. Sebuah potret pendidikan yang sangat kontras dengan yang pernah aku lihat sebelumnya.

       Ah, harusnya kisah ini kuceritakan padamu. Kisah tentang aku yang menelan karma. Ingatkah kau kawan Dani Ratriana Nona Yunie? Waktu duduk di bangku SMA aku pernah dikeluarkan dari kelas saat pelajaran Fisika karena keasyikan ngobrol dengan Rama Nia Winda Danieasya Bakhtiar Hanif Yuanieta. Sekarang aku menjadi guru Fisika!! Merangkap guru Sosiologi. Hahaha. Dunia pun berputar.

       Ah, harusnya kisah ini kuceritakan padamu. Tentang pulau sejuta sawit ini. Tentang pulau Kalimantan dan segala isinya. Tentang keluarga Umak dan masyarakat Meranti yang baik & ramah. Tentang bu kepala sekolah & teman-teman guru yang menyenangkan. Tentang teman-teman SM3T yang keren. Tentang semua itu.
Ah, harusnya kuceritakan kepadamu, ayah, apa kau mendengar?
Anak kebanggaanmu sekarang ada di Kalimantan.
Ah, sudahlah. Sudah terlanjur kuceritakan kisah ini padamu kawan. Tunggu ceritaku selanjutnya.
Mamak, terimakasih sudah mengizinkan anakmu merantau. Rinduku dari pulau sejuta sawit.

~Meranti, 7 Januari 2015~

Tentang Kami

SM-3T V UNNES
Kab. Landak, Kalimantan Barat

SM-3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. SM3T adalah program pemerataan pendidikan pemerintah. Kami putra-putri Universitas Negeri Semarang mengabdikan diri untuk SM-3T Kelima di Kab. Landak, Kalimantan Barat.

0 komentar: