Oleh : Indira Safitri
9 Januari 2016
Landak menulis sebelumnya saya telah membahas mengenai bukit sinyal dan
serangkaian perjalanan menuju daerah penempatan saya yang melewati
bukit, jalan terjal dan berlumpur serta perasaan menaiki strada yang
berisi barang-barang pokok. selanjutnya saya akan menceritakan potret
pembelajaran di wilayah pedalaman, pada cerita sebelumnya saya sudah
menjelaskan bahwa lokasi sekolah penempatan saya yaitu di SMP N O3 Air
Besar yang terletak di Dusun Batu Baru Desa Nyari Kec. Air Besar .
Apabila ditempuh dari pusat kota kabupaten Landak (Ngabang)dapat dilalui
dengan melewati perempatan sontas yang terletak di jalan raya kecamatan
entikong kabupaten Sanggau yang merupakan wilayah perbatasan Malaysia.
Ketika bertekad mengikuti program SM3T ini, sudah seharusnya saya
memperhatikan beberapa hal terutama pembelajaran di sekolah pedalaman.
apa yang dibutuhkan disana, metode dan materi sudah saya pikirkan
sebelumnya. hal tersebut ternyata benar ditanyakan pada saat saya tes
wawancara yang dilakukan oleh Bapak Sokhekh kala itu. Pengajaran akan
disesuaikan dengan kebutuhan disana, diwilayah pedalaman,perbatasan
perlu ditanamkan nilai cinta tanah air dan semangat bela negara yang
tinggi diimbangi dengan materi-materi klasikal yang membekali ilmu
pengetahuan mereka. metode yang digunakan pun dapat menggunakan
peralatan seadanya yang bisa diperoleh disekitar lingkungan mereka
supaya dapat mempermudah proses pemahaman materi dan meningkatkan
ketrampilan mereka. selain itu materi, materi yang disampaikan harus
diawali dari hal yang sangat mendasar kemudian berkembang menjadi sebuah
konsep, semuanya harus secara perlahan karena perkembangan peserta
didik tentu berbeda-beda.
Sejak awal saya datang menjadi guru bagi
mereka, respon mereka terhadap saya dan bu @rina istiani (patner kerja
di SMP) terlihat menyenangkan, apalagi ketika salah satu guru PNS disana
mengatakan "apabila ada guru baru mereka akan lebih semangat lagi,
mbak". seperti angin segar yang membawa harapan, bahwa mereka akan
bersemangat belajar dan besekolah.
hari-hari pertama saya masuk, saya sempat terharu melihat kondisi kelas dengan lantai yang berlubang, belum lagi jumlah kursi yang kurang sehingga beberapa siswa harus duduk berhimpitan. namun hal itu yang menambah semangat saya untuk berbagi ilmu dengan mereka.
hari-hari pertama saya masuk, saya sempat terharu melihat kondisi kelas dengan lantai yang berlubang, belum lagi jumlah kursi yang kurang sehingga beberapa siswa harus duduk berhimpitan. namun hal itu yang menambah semangat saya untuk berbagi ilmu dengan mereka.
Keterbatasan jumlah tenaga pendidik disana
membuat saya dan rekan saya bu @rina istiani harus menguasai semua
bidang pelajaran, namun tanggung jawab yang diberikan kepala sekolah
kepada saya yaitu mengajar matematika dan ips. dalam diri saya
berprinsip tiada yang tidak mungkin jika kita mau belajar dan berusaha.
selagi saya diberi kesempatan saya pasti akan mencoba, meskipun saya
harus belajar kembali mendalami materi matematika untuk smp bagi saya
tak apa, sembari sharing dan belajar bersama bu @rina istiani bagi saya
itulah pengalaman yang istimewa, karena sesungguhnya belajar itu tak
kenal usia,kapan, dimana, saya pun masih sama-sama belajar.
seperti yang saya ceritakan tadi, pembelajaran disana memang tidak bisa dilaksanan dengan memaparkan teori atau menerapkan konsep secara lansung, karena tingkat kecerdasan mereka tentu berbeda-beda, untuk menjadi sebuah konsep perlu penjelasan secara mendasar, dan biasanya dikaitkan dengan contoh yang benar-benar nyata dalam kehidupan mereka, disisi lain terkadang saya menyisipkan humor supaya pembelajaran tidak tegang dan mereka akan lebih menikmati pelajaran dengan perasaan gembira, diharapkan dapat mempermudah proses pembelajaran karena munculnya respon positif di awal sehingga semangat belajar mereka akan tumbuh lebih besar.
seperti yang saya ceritakan tadi, pembelajaran disana memang tidak bisa dilaksanan dengan memaparkan teori atau menerapkan konsep secara lansung, karena tingkat kecerdasan mereka tentu berbeda-beda, untuk menjadi sebuah konsep perlu penjelasan secara mendasar, dan biasanya dikaitkan dengan contoh yang benar-benar nyata dalam kehidupan mereka, disisi lain terkadang saya menyisipkan humor supaya pembelajaran tidak tegang dan mereka akan lebih menikmati pelajaran dengan perasaan gembira, diharapkan dapat mempermudah proses pembelajaran karena munculnya respon positif di awal sehingga semangat belajar mereka akan tumbuh lebih besar.
Tidak hanya di dalam kelas, namun pembelajara
juga dilaksanakan di luar kelas, biasanya untuk materi yang berhubungan
dengan alam sangat mudah dilaksanakan secara outdoor study, karena jelas
semua bisa di amati secara langsung, contoh persebaran flora dan fauna,
jenis batuan, pengikisan tanah, dampak pembakaran lahan/hutan , fungsi
hutan dll semua dapat ditemui secara langsung, sedangkan untuk materi
sosial saya kaitkan dengan hal-hal yang ada disekitar mereka seperti
interaksi sosial antara pendatang dan penduduk asli, perpindahan
penduduk, dll. selain itu saya bersama patner saya bu @rina istiani
mengadakan beberapa kegiatan di luar kelas. saat itu kami mengadakan
kegiatan rangking satu yang mirip seperti acara di TV. pesertanya
diikuti oleh semua siswa dari kelas VII, VIII dan IX. semula semua siswa
saya kumpulkan di depan ruang guru, dan mereka menyiapkan sebuah buku
tulis dan pulpen. setelah siap, segera saya bacakan soal-soalnya dengan
bantuan megaphone supaya suara terdengar lantang, ketika soal dibaca,
saya beri waktu 20 detik untuk menjawab, ketika waktu habis, semua
jawaban yang tertulis di buku harus diangkat ke atas secara serentak,
lalu saya umumkan jawabannya, dan bagi yang salah dipersilahkan
mengundurkan diri, dan yang benar boleh tinggal ditempat dan melanjutkan
soal berikutnya. akhirnya tersisa 3 orang yang bertahan paling lama,
yaitu efesus arjun, bayu agus handardi, dan memet, setelah di adu lagi
dengan soal matematika yang menantang, memetlah yang keluar menjadi
juaranya.
Seperti itulah gambaran berbagai kegiatan pembelajaran di
sini, harapannya hal tersebut dapat menjadi inovasi model pembelajaran
khususnya di daerah pedalaman, karena pembelajaran yang kreatif, aktif
dan mengasyikan, menjadikan siswa lebih semangat untuk terus belajar dan
bersekolah.


0 komentar:
Posting Komentar