a

Fanpage



Instagram



Selasa, 19 Januari 2016

Next Story About SMP 3 Air Besar

SM3T Unnes
Oleh : Indira Safitri
9 Januari 2016

 
       Landak menulis sebelumnya saya telah membahas mengenai bukit sinyal dan serangkaian perjalanan menuju daerah penempatan saya yang melewati bukit, jalan terjal dan berlumpur serta perasaan menaiki strada yang berisi barang-barang pokok. selanjutnya saya akan menceritakan potret pembelajaran di wilayah pedalaman, pada cerita sebelumnya saya sudah menjelaskan bahwa lokasi sekolah penempatan saya yaitu di SMP N O3 Air Besar yang terletak di Dusun Batu Baru Desa Nyari Kec. Air Besar . Apabila ditempuh dari pusat kota kabupaten Landak (Ngabang)dapat dilalui dengan melewati perempatan sontas yang terletak di jalan raya kecamatan entikong kabupaten Sanggau yang merupakan wilayah perbatasan Malaysia.
 
       Ketika bertekad mengikuti program SM3T ini, sudah seharusnya saya memperhatikan beberapa hal terutama pembelajaran di sekolah pedalaman. apa yang dibutuhkan disana, metode dan materi sudah saya pikirkan sebelumnya. hal tersebut ternyata benar ditanyakan pada saat saya tes wawancara yang dilakukan oleh Bapak Sokhekh kala itu. Pengajaran akan disesuaikan dengan kebutuhan disana, diwilayah pedalaman,perbatasan perlu ditanamkan nilai cinta tanah air dan semangat bela negara yang tinggi diimbangi dengan materi-materi klasikal yang membekali ilmu pengetahuan mereka. metode yang digunakan pun dapat menggunakan peralatan seadanya yang bisa diperoleh disekitar lingkungan mereka supaya dapat mempermudah proses pemahaman materi dan meningkatkan ketrampilan mereka. selain itu materi, materi yang disampaikan harus diawali dari hal yang sangat mendasar kemudian berkembang menjadi sebuah konsep, semuanya harus secara perlahan karena perkembangan peserta didik tentu berbeda-beda.
 
       Sejak awal saya datang menjadi guru bagi mereka, respon mereka terhadap saya dan bu @rina istiani (patner kerja di SMP) terlihat menyenangkan, apalagi ketika salah satu guru PNS disana mengatakan "apabila ada guru baru mereka akan lebih semangat lagi, mbak". seperti angin segar yang membawa harapan, bahwa mereka akan bersemangat belajar dan besekolah.
hari-hari pertama saya masuk, saya sempat terharu melihat kondisi kelas dengan lantai yang berlubang, belum lagi jumlah kursi yang kurang sehingga beberapa siswa harus duduk berhimpitan. namun hal itu yang menambah semangat saya untuk berbagi ilmu dengan mereka.
 
       Keterbatasan jumlah tenaga pendidik disana membuat saya dan rekan saya bu @rina istiani harus menguasai semua bidang pelajaran, namun tanggung jawab yang diberikan kepala sekolah kepada saya yaitu mengajar matematika dan ips. dalam diri saya berprinsip tiada yang tidak mungkin jika kita mau belajar dan berusaha. selagi saya diberi kesempatan saya pasti akan mencoba, meskipun saya harus belajar kembali mendalami materi matematika untuk smp bagi saya tak apa, sembari sharing dan belajar bersama bu @rina istiani bagi saya itulah pengalaman yang istimewa, karena sesungguhnya belajar itu tak kenal usia,kapan, dimana, saya pun masih sama-sama belajar.
seperti yang saya ceritakan tadi, pembelajaran disana memang tidak bisa dilaksanan dengan memaparkan teori atau menerapkan konsep secara lansung, karena tingkat kecerdasan mereka tentu berbeda-beda, untuk menjadi sebuah konsep perlu penjelasan secara mendasar, dan biasanya dikaitkan dengan contoh yang benar-benar nyata dalam kehidupan mereka, disisi lain terkadang saya menyisipkan humor supaya pembelajaran tidak tegang dan mereka akan lebih menikmati pelajaran dengan perasaan gembira, diharapkan dapat mempermudah proses pembelajaran karena munculnya respon positif di awal sehingga semangat belajar mereka akan tumbuh lebih besar.
 
        Tidak hanya di dalam kelas, namun pembelajara juga dilaksanakan di luar kelas, biasanya untuk materi yang berhubungan dengan alam sangat mudah dilaksanakan secara outdoor study, karena jelas semua bisa di amati secara langsung, contoh persebaran flora dan fauna, jenis batuan, pengikisan tanah, dampak pembakaran lahan/hutan , fungsi hutan dll semua dapat ditemui secara langsung, sedangkan untuk materi sosial saya kaitkan dengan hal-hal yang ada disekitar mereka seperti interaksi sosial antara pendatang dan penduduk asli, perpindahan penduduk, dll. selain itu saya bersama patner saya bu @rina istiani mengadakan beberapa kegiatan di luar kelas. saat itu kami mengadakan kegiatan rangking satu yang mirip seperti acara di TV. pesertanya diikuti oleh semua siswa dari kelas VII, VIII dan IX. semula semua siswa saya kumpulkan di depan ruang guru, dan mereka menyiapkan sebuah buku tulis dan pulpen. setelah siap, segera saya bacakan soal-soalnya dengan bantuan megaphone supaya suara terdengar lantang, ketika soal dibaca, saya beri waktu 20 detik untuk menjawab, ketika waktu habis, semua jawaban yang tertulis di buku harus diangkat ke atas secara serentak, lalu saya umumkan jawabannya, dan bagi yang salah dipersilahkan mengundurkan diri, dan yang benar boleh tinggal ditempat dan melanjutkan soal berikutnya. akhirnya tersisa 3 orang yang bertahan paling lama, yaitu efesus arjun, bayu agus handardi, dan memet, setelah di adu lagi dengan soal matematika yang menantang, memetlah yang keluar menjadi juaranya.  


      Seperti itulah gambaran berbagai kegiatan pembelajaran di sini, harapannya hal tersebut dapat menjadi inovasi model pembelajaran khususnya di daerah pedalaman, karena pembelajaran yang kreatif, aktif dan mengasyikan, menjadikan siswa lebih semangat untuk terus belajar dan bersekolah.

Tentang Kami

SM-3T V UNNES
Kab. Landak, Kalimantan Barat

SM-3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. SM3T adalah program pemerataan pendidikan pemerintah. Kami putra-putri Universitas Negeri Semarang mengabdikan diri untuk SM-3T Kelima di Kab. Landak, Kalimantan Barat.

0 komentar: