Oleh : Ulfa Nur Rahardini
10 Januari 2016
Selalu ku ingat pesan salah seorang
"guru" bahwa mendidiklah dengan setulus hati perihal menjadi pintar atau
tidaknya nanti, doakan selalu saja agar secepatnya mereka mendapat
hidayah.
Begitu "makjleb" !
Saya pernah berkaca kaca dibuatnya..siswa siswa saya..
Dengan pengalaman yang amatlah sedikit..saya, memberanikan diri mengikuti SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terluar Terdepan Tertinggal) . sudah ada dalam Dream Maping yang tertulis semenjak tahun 2012 lalu..dan terimakasih restunya pak Koess Rahardjo tanpa restumu takan pernah kuinjakkan kaki di Tanah Surga katanya ini..
Begitu "makjleb" !
Saya pernah berkaca kaca dibuatnya..siswa siswa saya..
Dengan pengalaman yang amatlah sedikit..saya, memberanikan diri mengikuti SM3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terluar Terdepan Tertinggal) . sudah ada dalam Dream Maping yang tertulis semenjak tahun 2012 lalu..dan terimakasih restunya pak Koess Rahardjo tanpa restumu takan pernah kuinjakkan kaki di Tanah Surga katanya ini..
Lalu..siapkah keluar dari zona nyaman ?
Ketika sampai disini..semua seperti kejutan dan kita siap siap saja utk terkejut karena siap nggak siap harus siap.. Termasuk menemui siswanya "objek" sang peran dalam cerita ini..
Berbuih buih karya ilmiah modern dunia pendidikan boleh saja mengatakan bahwa siswa di dalam kelas adalah subjek yang memainkan hampir seluruh adegan pembelajaran. Tapi disini..
Terngiang ngiang kemudian daku ttg pesan kakak Khaerunnisa SM3T angkt.4 Kutai Barat dia bilang "kamu akan melihat wajah pendidikan Indonesia yang sebenarnya"..
Ketika sampai disini..semua seperti kejutan dan kita siap siap saja utk terkejut karena siap nggak siap harus siap.. Termasuk menemui siswanya "objek" sang peran dalam cerita ini..
Berbuih buih karya ilmiah modern dunia pendidikan boleh saja mengatakan bahwa siswa di dalam kelas adalah subjek yang memainkan hampir seluruh adegan pembelajaran. Tapi disini..
Terngiang ngiang kemudian daku ttg pesan kakak Khaerunnisa SM3T angkt.4 Kutai Barat dia bilang "kamu akan melihat wajah pendidikan Indonesia yang sebenarnya"..
Bicara mendidik sebetulnya berat sekali..bicara mengajar guru tdk hanya sekedar mengajar..
Ingin pula ku ceritakan padamu bro Dhoni WE bahwa aku memiliki siswa siswi yang lucu..pasti sangat jauh berbeda dengan siswamu di kota Satria sana 😜
mereka selalu bercerngkerama dengan bahasa yang asli setempat
(dayak/melayu) keluguan dan kepolosan dalam bertanya ini itu..tak jarang
ku katawa dibuatnye wkwk dan ketika aku disini sering meminta utk siswa
mengulang pertanyaan mereka dan gunakanlah bahasa Indonesia yang
baik..betapa bahagianya aku..namun memang adakalanya..ketika daku harus
"marah" karena saat itu di atas jam 10 konsentrasi mereka sudah sangat
lemah..alhasil pelajaran IPA kala itu saya hampir berkaca kaca karena
sesuatu. Saya lebih memilih keluar kelas, dan tdk melanjutkan
pelajaran..oh maafkan lah nak..ibu bukan guru sempurna.
Pagi harinya pun seperti biasa anggap saja tdk ada masalah diantara kita ya nak ! Mari kita belajar kembali..hehehe
Pagi harinya pun seperti biasa anggap saja tdk ada masalah diantara kita ya nak ! Mari kita belajar kembali..hehehe
Dan kawan kawan ku seperjuangan di Land of Dayk ini..kita tahu
perjuangan kalian tidaklah mudah..apalagi menghadapi keadaan oknum
pendidik yg sesuka hati, adakalanya kita perlu berjiwa besar memaafkan
dan terus berjuang berjalan..mudah mudahan kalian termasuk dalam
golongan orang yang melunasi janji kemerdekaan !
We proud of you Landakers !
We proud of you Landakers !

0 komentar:
Posting Komentar