Oleh Agus Misbahudin
9 Maret 2016
Di desa penempatan kami, Dusun Kuang Desa Sempatung mempunyai sebuah bendungan. Bendungan ini membendung aliran sungai unjak yang berada di Desa Sempatung. Fungsi dari bendungan untuk membendung dan mengalirkan air ke generator yang selanjutnya untuk menggerakkan turbin generator sehingga dapat mengalirkan arus listrik. Jika kami mau melihat bendungan biasanya dengan berjalan kaki. Perjalanan ke bendungan menghabiskan waktu sekitar 20 menit.
Waktu itu, tanggal 5 Februari 2016 ada acara di bendungan. Orang sini menyebut acara tersebut dengan syukuran. Penyelenggaraan syukuran berlokasi di sekitar bendungan. Acara tersebut diikuti oleh seluruh warga masyarakat desa sempatung. Sebenarnya acara syukuran di bendungan sudah diagendakan oleh kepala desa sempatung sejak Tahun 2014 lalu. Namun baru bisa terlaksana di tahun 2016 ini karena berbagai kendala. Penyelenggaraan syukuran ini menandai kembali adanya listrik di Desa Sempatung.
Sekitar Tahun 2014 di desa sempatung mulai ada listrik. Pembangunan bendungan dan pembeliaan mesin generator menggunakan dana PNPM Mandiri serta dana swadaya masyarakat. Pada waktu itu ketika masih baru-barunya, mesin generator dapat mengalirkan arus listrik hingga ke rumah-rumah warga. Namun sayangnya belum sampai satu tahun penggunaan, mesin generator mengalami kerusakan. Adanya kerusakan itu membuat warga masyarakat Desa Sempatung kembali ke kehidupan tanpa listrik.
![]() |
| Acara syukuran bendungan sungai unjak, Desa Sempatung |
![]() |
| Keramaian acara syukuran bendungan |
Kehidupan tanpa listrik membuat suasana desa nampak sepi. Ketika malam menjelang aktivitas warga menjadi terbatas. Anak-anak (siswa) pun tidak bisa belajar di rumah. Waktu belajar mereka sebagian besar hanya di sekolah saja. Itupun di pagi sampai siang hari. Habis pulang sekolah sampai sore hari banyak dimanfaatkan untuk bermain dan sebagian ada yang membantu orang tua di ladang. Akibatnya jam belajar mereka kurang.
Atas prakarsa pimpinan desa dan dukungan seluruh warga masyarakat Desa Sempatung, pembelian mesin generator baru dan perbaikan bendungan sudah dapat selesai di bulan Februari tahun 2016 ini. Mulai sekarang masyarakat disini sudah dapat kembali merasakan fasilitas listrik. Setiap sore hari sekitar pukul 17.30 WIB, operator akan menyalakan mesin generator sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Listrik menyala dari sore hingga menjelang pagi hari. Pada pagi harinya sekitar pukul 06.00 WIB, operator akan mematikan kembali mesin generatornya dan listrik pun akan padam.
![]() |
| Suasana bendungan sungai unjak di desa sempatung |
![]() |
| Warga desa sempatung beramai-ramai ke bendungan setelah acara syukuran |
Kehadiran fasilitas listrik di Desa Sempatung ini tentu menjadi penyemangat baru untuk membawa ke kehidupan yang lebih terang. Ibaratnya seperti semangat yang diwariskan oleh ibu kita Kartini melalui bukunya "Habis Gelap Terbitlah Terang". Harapan baru dari kehadiran listrik di desa sempatung, tidak lain untuk masyrakat. Kehidupan yang lebih terang bisa dirasakan masyarakat Desa Sempatung meskipun itu hanya 12 jam per hari saja dengan listrik.
Kami sebagai guru SM-3T pun berharap, masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas listrik dengan baik. Anak-anak (siswa-siswi) disini bisa menjadi lebih dan lebih semangat belajarnya dengan adanya fasilitas listrik. Setelah sekolah, membantu orang tua, bermain dan malam harinya mereka dapat memanfaatkan waktu untuk belajar. Belajar kapan pun jadi bisa. Ketika di sekolah dan ketika mereka di rumah bisa belajar. Bisa belajar dengan nyaman di sekolah dan di rumah adalah sebagian dari nikmat-Nya. Bersyukur kami disini sekarang sudah dapat menikmati fasilitas listrik. Listrik sebagai penerang kehidupan kami yang lebih baik.
Salam MBMI
Salam dari SM-3T V Unnes Kabupaten Landak
(Adil Ka'Talino, Bacuramin Ka'saruga, Basengat Ka'Jubata)




0 komentar:
Posting Komentar