a

Fanpage



Instagram



Selasa, 19 Januari 2016

Upacara

SM3T Unnes
Oleh : Dedi Adang Nugroho
3 januari 2016



       Landak, 25 Agustus 2015. Pertama kalinya saya menginjakkan kaki di tanah Borneo, dan tak pernah terbayang sebelumnya untuk sampai pulau ini. Satu hari setelahnya, tiba lah untuk kami di terjunkan ke pelosok pelosok kabupaten landak. Dag dig dug ser rasanya menunggu nama kita di sebutkan untuk daerah penempatanya. Nama kedua sesudah Indrawan Dwi Candra adalah nama saya yang disebutkan, dan ternyata saya harus mengajar SD di sini walaupun jurusan saya adalah Sosiologi dan Antropologi.Saya dan teman saya indrawan mendapat satu penempatan yaitu di dusun Endiyak Dessa Dange Aji kecamatan Air besar.
 
       Sampai di penempatan dan melihat keadaan sekolah, hanya ada 3 kelas yang tersedia dan digunakan untuk 70 siswa siswinya,sarana dan prasarana masih kurang memadai. Tiang bendera pun tidak ada dI depan sekolah, dan ternyata di SDN 31 Endiyak tidak pernah melaksanakan upacara dari awal berdirinya sekolah.
 
       Mendengar kata upacara bagi kita sudah tidak terlalu asing, bahkan mendengar kata itu pun ekspektasi kita sudah “ Buruk “. Panas, itu yang muncul pertama kali dalam benak kita.
Upacara yang sejatinya untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dan salah satu bentuk cinta anah air sudah tidak khidmat lagi dalam proses pelaksanaannya.
 
       SD merupakan tempat pertama kali untuk memberikan pemahaman dan menanamkan nilai wawasan kebangsaan kepada pelajar melalui upacara bendera setiap hari senin. Namun, kenyataannya masih banyak sekolah yang kurang peduli terhadap hal ini, sehingga mereka tidak melaksanakannya. Kondisi ini bisa berpengaruh terhadap karakter anak didik yang belakangan ini sudah mulai terlihat seperti menurunnya rasa hormat terhadap guru, berani melawan orang tua dan beberapa skap maupun tingkah laku tidak terpuji lainnya, jika ini terus di biarkan maka generasi muda ke depan akan krisis nilai-nilai kesopanan dan budaya saling menghormati. Jangan salahkan mereka nantinya menjadi generasi yang kurang mencintai tanah air.
 
       Pertama kali kita ajak anak-anak untuk melaksanakan upacara, antusias anak-anak sangat tinggi. Kami bersama sama membuat tiang bendera sederhana, hanya terbuat dari sebatang kayu yang kita tancapkan ke dalam tanah. Hari senin pun tiba, upacara yang pertama kali di laksanakan di SDN 31 Endiyak semoga akan selalu di kenang. Lagu Indonesia raya yang dinyanyikan anak-anak pada saat pengibaran bendera membuat hati bergetar dan membuat mata ini berkaca-kaca. Memang benar ketika lagu Indonesia Raya dinyanyikan di daerah 3T akan terasa berbeda, lebih memaknai isi dari lagu tersebut. Upacara yang biasanya mereka saksikan dari layar kaca, sekarang mereka bisa merasakan jalannya upacara.
Salam MBMI.

Tentang Kami

SM-3T V UNNES
Kab. Landak, Kalimantan Barat

SM-3T singkatan dari Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal. SM3T adalah program pemerataan pendidikan pemerintah. Kami putra-putri Universitas Negeri Semarang mengabdikan diri untuk SM-3T Kelima di Kab. Landak, Kalimantan Barat.

0 komentar: