Oleh : Hesty Nurtika Riyandani
12 Januari 2016
Ingin kuceritakan lagi sepenggal kisah yang menjadikan saya lebih dewasa.. Sebelum bercerita, akan kuingatkan lagi mengenai sekolah tempatku mengabdi, tempatku berjuang selama satu tahun ini, dan tempat generasi emas yang akan menjadi penerus bangsa ini. SDN 13 Morobehe II atau sering di sebut SD Ompeng,, sudah tidak asing lagi dengan SD tersebut karena di awal sudah diceritakan mengenai kondisi sekolah terutama kondisi jalan untuk menuju sekolah tersebut. Tapi kali ini tidak akan kuceritakan mengenai kondisi jalan yang membuat saya ingin pulang jawa saja.. kalimat tersebut sering kali muncul di benak saya ketika rasa lelah itu hadir, ketika rasa jenuh itu menghampiri, dan ketika rasa bosan mulai menyelinap..
Selamat datang semester 2..
Liburan telah usai, saatnya melanjutkan tugasku sebagai guru sekaligus
sebagai orang tua yang mendidik anak-anaknya.. kenapa gelar sebagai
orang tua mereka sekarang bisa menjadi gelar baruku?? Ya, semua karena
anak-anakku yang kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari
orang tua. Sebenarnya mereka tidak nakal, hanya saja cara mereka bermain
dan bercanda melewati batas. Saat inilah peranku sebagai orang tua
harus mengajari mereka sopan santun dan tata krama dalam kehidupan
sehari-hari terutama sikap terhadap orang yang lebih tua termasuk guru
(saat inilah ilmuku yang sesungguhnya harus diterapkan, ya sebagai guru
PPKn saya harus bisa mengajarkan tata krama, sopan santun, dan moral
kepada mereka). Masih ingat sekali ketika mereka sering meludah
disembarang tempat, tidak menghargai guru, dan sering kali kata-kata
yang tidak sopan mereka ucapkan kepada orang yang lebih tua. Tidak ada
yang susah jika kita mau berusaha, berusaha untuk membentuk pribadi yang
baik. Perubahan sedikit demi sedikit mulai terlihat, tetapi harus
diingatkan supaya menjadi kebiasaan yang akan dilakukan secara terus
menerus. Paling tidak pada saat masa tugas saya sudah selesai, anak-anak
punya bekal sopan santun yang akan mereka junjung tinggi. Ketika sebuah
perilaku sudah menjadi kebiasaan seseorang maka harapannya orang lain
akan berperilaku seperti kebiasaan tersebut.
Jujur sampai saat
ini saya masih bingung bagaimana cara mengajar yang benar supaya mereka
paham dengan materi pelajaran. Sudah berbagai cara saya terapkan, dari
yang serius di kelas, belajar di alam, sampai belajar sambil bermainpun
sudah saya terapkan tetapi hasilnya tetap “NIHIL” ya, saya sering kecewa
terhadap diri sendiri, saya merasa ilmu yang didapat selama kuliah
belum cukup karena belum bisa membuat mereka paham dengan materi yang
diajarkan setiap harinya. Mereka akan paham hanya dalam hitungan menit
saja, setelah 5 menit ketika ditanyakan kembali mereka hanya diam, diam,
dan diam.. jangankan mau melanjutkan materi selanjutnya, materi kemarin
yang baru diajarkan saja mereka sudah tidak ingat sama sekali. Tanggung
jawab sebagai guru Kelas V begitu sulit, bahkan ketika patner ngajar
diajak bertukar kelas tidak mau karena Kelas V begitu istimewa. Ya
mereka istimewa sekali, sampai saya begitu sulit meninggalkan kelas
ketika KBM sedang berlangsung. Kembali kemateri yang susah mereka
tangkap.. Rasa penasaran dan heran menjadikan saya ingin melihat
bagaimana kondisi di kelas lain. Saat menanyakan ke guru kelas lain dan
berkesempatan mengajar di kelas IV ketika gurunya berhalangan hadir
mereka juga susah menangkap materi yang diajarkan. Sampai sekarang masih
menjadi PR kenapa bisa seperti itu.. Apa karena dari kecil mereka tidak
pernah diingatkan orang tua untuk belajar? Apa karena mereka tidak
pernah mengulang materi yang pernah diajarkan? Apa karena keterbatasan
penerangan setiap malam jadi mereka tidak mau belajar? Apa karena tidak
adanya buku pelajaran dan kondisi catatan yang sulit dibaca jadi mereka
malas belajar? Ah... entahlah, masih menjadi pertanyaan yang sulit di
jawab. Tapi saya tidak akan menyerah, mereka harus tetap semangat
belajar.
Kali ini saya tidak akan memaksakan materi kepada
mereka, karena percuma saja kalau saya mengejar materi dan mereka tidak
paham sama sekali. Satu-satunya jalan yang bisa lakukan sekarang adalah
memulai lagi semuanya dari dasar, ya saya mengajari mereka membaca
terlebih dahulu, mengajari mereka menulis yang benar, mengajari mereka
berhitung dari bilangan terkecil. Akan saya ajarkan sampai mereka
benar-benar pandai, dan sedikit demi sedikit saya selipkan materi yang
harus mereka terima. Sudah satu semester berlalu, dan rasa khawatir itu
masih ada. Cepat sekali waktu berlalu, bahkan mungkin waktu satu tahun
tidak cukup untuk membawa perubahan kepada mereka. Muridku...
Motivasiku... dan Semangatku...


0 komentar:
Posting Komentar